Tegal Kota Yang Lama Tidak Dijumpai - LunarV2 Trip

Monday, 11 September 2017

Tegal Kota Yang Lama Tidak Dijumpai


     Nulis sambil mengenang masa kecil gw, rasanya gimana gitu.. apalagi sambil dengerin RADWIMPS seakan rasa emosional gw muncul, gw bakal lebih sopan nulis tentang artikel ini soalnya ini menceritakan sedikit tentang perjalanan ke tempat gw dibesarkan.

     Sudah lama saya tidak menginjakan kaki di Kota yang membesarkan saya ini, rasanya Kota ini masih menyimpan sesuatu memori yang dapat dibangkitkan. Ya bagaimana tidak, saya telah meninggalkan Kota kebesaran ini sekitar 15 Tahun yang lalu dan pastinya dengan waktu selama itu akan ada sebuah ingatan yang terkenang dan seakan kembali ke masa lalu dengan mesin waktu sungguh dengan ini dapat membangkitkan moment yang tercipta 15 Tahun lalu. Masih teringat masa kecil saat setiap sore hari mengunjungi Stasiun Kota Tegal untuk melihat Kereta sepanjang sore bersama Ibu dan juga Nenek yang kini telah tiada. Ada pula kenangan lainnya seperti berjalan-jalan dengan Ibu ke pasar, bermain ke Alun-alun Kota Tegal, atau yang paling menarik saat kecil itu adalah Taman Poci !.
Membangkitkan semua Moment di Kota Tegal
     Pertama datang saya mengunjungi Masjid Agung Kota Tegal yang pastinya sudah berubah, kalau dahulu saya Solat Jumat disana masih dalam tahap Renovasi, lagian kan masih kecil ya pastinya masih lupa-lupa ingat api setidaknya masih ada memori tentang bangunan tersebut yang tersimpan. Penasaran dengan suasana Kota, maka saya lanjut berjalan di sekitar kota dan benar saja dugaan saya tentang bangunan kota masih ada toko tua yang dahulunya masih berdiri dan ramai namun sekarang seiring bertambahnya waktu tempat tersebut menjadi tutup dan terbengkalai, namun hal tersebut menambah ingatan tentang Kota Tegal yang menurut saya Indah.
Beberapa toko tua yang tutup
     Karena lapar saya mengunjungi pedagang kaki lima sekitar Alun-alun yang hampir sama sih kayak di kota saya sekarang, menggunakan gerobak dorong untuk jualannya. Saya memesan Kupat Tahu  yang ternyata saya dilayani pake bahasa Jawa, waduh... udah lama saya gak pake bahasa Jawa biasanya di kuliahan pake bahasa Java, hehe..  jadinya grogi juga. Sedikit-sedikit saya pake bahasa Jawa buat ngelancarin lagi dan biar enak juga kalau jajan pake bahasa Jawa, sering dulu jajan ke daerah Alun-alun dan biasanya dibonceng pake sepeda sambil nikmatin sore, kalo ngebayanginnya itu buat saya jadi terharu. Penasaran sama fasilitas Alun-alun yang sekarang saya pun berjalan mengitari Alun-alun dan kini fasilitas lumayan berubah seperti adanya tempat duduk sekitar alun, ayunan dan sekarang ada Skate Park lumayan keren, mungkin karena saya sudah lama tidak mampir ke Tegal jadi rasanya semua berubah. Ada yang unik saat saya berkeliling, ada makanan favorit saya yaitu Tahu Upil, bukan upil itu ya... Begitu tenang nikmatin pagi sambil makan Tahu Upil sambil mengenang masa lalu.
Skate Park
     Stasiun, itu pun merupakan tempat menarik juga bagi saya karena terbilang bangunannya sudah tua sebab dibuat pada tahun 1897 dalam era Belanda masih berada di tanah Indonesia. Stasiun yang letaknya di Daerah Operasi IV Semarang ini terdapat Dipo Lokomotif juga adanya Lokomotif tua yang dipajang untuk dijadikan monumen. Di sebelah Selatan ada Dipo milik Pertamina yang berfungsi untuk melakukan bongkar muat Minyak. Namun kini Stasiun Tegal sudah sangat padat dengan kendaraan, saya pun tidak mengerti apakah mungkin banyak pekerja dari Kota Tegal menggunakan kereta atau hal lainnya, seakan waktu yang terlewat memberikan sebuah penilaian. Karena dahulu Stasiun Tegal tidak seramai dengan saat ini parkirannya.
Kereta Minyak 
      Di depan Stasiun ada taman yang dahulunya indah namun sekarang sudah tidak terawat, taman itu merupakan icon Kota Tegal yaitu Taman Poci. Saat saya datang ke taman tersebut dengan niat bernostalgia tetapi yang saya temukan hanyalah tempat kumuh seperti pasar burung dengan barisan pedagang kaki lima di tepi trotoarnya, sungguh saya benar-benar sedih melihat hal itu karena dahulu taman itu begitu bersih dan terawat dengan patung pancuran yang saya sangat sukai yaitu patung Poci yang mengeluarkan air dari ujung lubang Poci nya, namun saat ini hal itu benar-benar hilang ! Jika dilihat dari photo dibawah ini pasti akan sangat terlihat perbedaannya. Saya berharap dengan ditulisnya artikel ini membuat orang lain sadar tentang kebersihan Taman Poci yang berada di Kota Tegal tersebut.

Taman Poci Dulu

Taman Poci Kini

     Sedih memang melihat itu semua, namun saya tidak akan lupa dengan salah satu Kota yang membesarkan saya ini. Mungkin nanti saya akan mampir kembali untuk menikmati pagi di alun-alun Tegal, nikmatnya teh Poci khas Tegal hingga Orang-orangnya yang ramah. Terima kasih Tegal..

No comments:

@lunarv2