LunarV2 Trip: Jawa Barat
Showing posts with label Jawa Barat. Show all posts
Showing posts with label Jawa Barat. Show all posts

Tuesday, 10 September 2019

Wisata Alam Tahura Djuanda: Tempat Kopdarnya Penjajah di Bandung

Beberapa orang berkata, bahwa impian itu perlu dikejar. Beberapa orang berkata, mimpi itu perlu dipertahankan dan Beberapa orang berkata bahwa mimpi itu harus ditukar dengan pengorbanan. Mereka semua gak salah dalam melontarkan kata-kata. Karena perkara mimpi itu seperti kepercayaan, yang dimana setiap orang berbeda pandangan dari cara mempercayai hal tersebut. Gue pun disini punya mimpi untuk berangkat ke Jepang, tapiii berhubung gue belum gableg duit jadi ya masih berangan-angan aja. 

"Kenapa gak pake cara super gembel yang biasanya lo pake?"

Masalahnya, mau pake cara super gembel manapun, syarat itu belum bisa terpenuhi saking emang mahalnya berangkat kesana. Tapi berharap pun gue sambil berusaha, kayak Indonesia aja pas pingin merdeka. Sebelumnya leluhur kita bermimpi tentang cara terlepas dari kepedihan sebagai kaum yang terjajah, dari mimpi itu mereka berusaha mewujudkannya karena mungkin sebagian dari bangsa Indonesia penasaran tentang arti kata kebebasan dari sebuah kemerdekaan. Dari sana, mimpi mereka tercapai berkat usaha dan mimpi. 

"Skipppp!!!! Skippp!!! Skippp!!! Ngapain gue bahas sejarah, sejarah juga belum pernah bahas gue"

Nah berhubung gue belum bisa berangkat ke Jepang, maka gue melakukan dan mengunjungi sesuatu yang ada kaitannya dengan Jepang. Mulai dari jelajah Indonesia cari turis Jepang, nonton anime Hamtaro, belajar bahasa Arab dan gue baru tau bahwa di Bandung ada Goa Jepang, "Goa Jepang" bukan "Gue Jepang". Tapi sama aja ya? bego anjir.

Iya, selain banyak wisata buatannya, di Bandung juga memiliki wisata kuliner bersejarah. Terletak di Taman Hutan Raya Djuanda, Bandung. Lebih tepatnya di wilayah Dago sebelum Tebing Kraton, kalo bingung cari aja lah di Google, yakan?  Tahura adalah sebuah hutan yang berisi peninggalan sejarah dari zaman kolonial dan ada juga museum yang berisikan diorama hewan-hewan yang ada di wilayah hutan tersebut. Tapi, Tahura Djuanda lebih terkenal karena terdapat Goa Belanda sama Goa Jepangnya.


Wisata Goa itu adalah wisata peninggalan penjajah yang didirikan di antara bukit dan lembah, yaitu sebuah Goa buatan yang dalam dan kokoh. Goa buatan yang mungkin terinspirasi dari lagu ninja hatori mendaki gunung lewati lembah itu, banyak berjejer di samping bukit yang curam, disana terdapat Goa Belanda dan Jepang yang saling berdekatan dan bertetangga, tapi sampe sekarang gue juga bingung, kenapa para penjajah membuat Goa yang berdekatan, apa mungkin biar gampang buat kopdar?

"Kopdar yoooo... kopdarrrr!!!"

Ngomong-ngomong kopdar, banyak warung dan cafe yang tersebar di wilayah Tahura Djuanda. Mulai dari warung makan, warung nongki, warung oleh-oleh, kecuali warung remang-remang kagak ada! tapi gak tau juga kalo pas zaman penjajahan. Di Tahura ini juga tidak hanya wisata tentang Goa saja tapi juga ada beberapa objek wisata yang menarik seperti gue Penangkaran Rusa, air terjun atau Curug dan beberapa hal menarik lainnya.

Objek Wisata Tahura - www.lunarv2.com
Macan - www.lunarv2.com
Kandang Kelinci - www.lunarv2.com
Selain wisata yang membuat anak-anak bosan, ada juga objek wisata yang membuat anak-anak betah di Tahura, yaitu adanya kandang Kelinci dan Ayam. Menurut gue, kelinci disana gede-gede dan bermacam-macam jenisnya. Ada kelinci yang berbulu lebat sekali, dan mungkin disana ada sekitar 60an kelinci dewasa

Petunjuk Jalan Tahura - www.lunarv2.com
Jika masuk dari Gate 1 maka paling terjauh objek wisatanya berjarak 4.8 Km yaitu Curug Omas Maribaya, jadi jika ingin berkunjung ke Tahura ini lebih baik datang pagi-pagi kecuali mau uji nyali kayak KKN Desa Penari. Sayangnya gue hanya bisa sampe ke Penangkaran Rusa aja karena waktu yang tidak memungkinkan, soalnya daerah disana masih bener-bener hutan, ya seperti judulnya aja Taman Hutan Raya jadi jangan berharap lebih seperti ada Indomerit di tengah Tahura.

Hutan dan Bukit - www.lunarv2.com
Suasana yang benar-benar hutan, paling sore wisata ini sepi sekitar jam 5, jadi kalau lebih dari jam 5 sore gue kurang tau ya situasinnya. Ha! Nah tadi kan gue ngomongin tentang peninggalan penjajah ya? sekarang gue kasih liat tempatnya, gimana sih ngerinya Goa penjajah itu.

Jajaran Goa Jepang - www.lunarv2.com
Tampak berjajar seperti mau kopdar, tetanggan gitu enak liatnya ya cuy? Tapi kayaknya kalo zaman dulu boro-boro enak yang pasti banyak pribumi yang disiksa disana. Jujur aja, gue gak masuk ke Goa Jepang, soalnya sempit! kayak harus nunduk-nunduk udah gitu gelap lagi, *namanya juga Goa bego* Gimana kalo tampak depannya? Nih gue liatin betapa sempitnya Goa Jepang.

Lubang Goa Jepang - www.lunarv2.com
Gue tinggi 171 Kbps dan ini atap Goa udah sampe sejajar sama jidat gue. betapa sempitnya Goa Jepang. Gue juga gak tau kenapa Jepang suka yang sempit-sempit, mungkin biar lebih maksnyos kali. Tapi sumpah, kalo lu berdiri depan lubang masuk Goa Jepang udah pasti bakal kerasa dinginya hawa Goa dari dalam, Creepy juga kan euy! Beda lagi sama Goa Belanda yang lebih besar lubangnya, mungkin disesuaikan sama lubang-lubang orang Belanda yang besar dan lebar, Lubang Hidung maksud gue.

Nah selain ada Goa yang Creepy ada juga Cafe sebelum ke Goa Belanda, konsepnya sih penuh dengan tema Belanda dan bendera Belanda. Tapi tempatnya itu disamping tebing, kalau siang pemandangannya bagus sih menurut gue, soalnya dibawah tebing tersebut ada sungai yang nyambung ke Curug Koleang dan Omas Maribaya.

Holland Spot - www.lunarv2.com 
Cafe Holland - www.lunarv2.com
Setelah itu ada Goa Belanda dan yang seperti gue jelasin tadi, lubangnya gede kayak garasi pabrik tapi tetep aja Creepy. Didepan Goa Belanda ada tukang senter yang mengambil keuntungan dari kegelapan Goa dengan harga sewa senter 5.000/ekor. Tapi Goa Belanda tersebut adalah jalan tercepat ke destinasi selanjutnya, ya kecuali lu mau jalan ngeliling bukit, susah ya kalo jadi orang penakut mah euy.

Jembatan Gantung - www.lunarv2.com
Nah sebelum ke Penangkaran Rusa kalian bakal lewat dulu jembatan Sirotol Mustaqim Gantung dulu, yang sebelum jembatan ini adalah Curug Kolang kalo gak salah mah, nah setelah jembatan itu kalian bakal jalan menyusuri Paving Block sekitar 200 Meter yang akhirnya terhubung ke Penangkaran Rusa. Penangkaran ini beneran keren sih menurut gue mah, soalnya kawasan liar Rusanya luas dibanding di Kebun Binatang yang gue temui.

Penangkaran Rusa - www.lunarv2.com
Ini ke sebelah kiri masih luas cuy, cuman kamera gue nya aja yang terbatas, di ujung sana ada tempat untuk turis memberi makan Rusa-Rusa di Tahura tersebut. Gue datang pas hari kerja dan sore hari waktu sampai Penangkaran Rusa jadi ya sepi kayak gini.

Tempat Menyuapi Rusa - www.lunarv2.com
Nah bisa ngasih makan kayak gini, si Bule juga gue jadiin model buat di Blog gue, biar lebih estetik. Gimana estetik gak sekarang blog gue? Ini model gratis! Jadi wisatawan akan diberi rumput yang gak tau bayar atau gratis, tapi menurut gue sih bayar ya. Kalu mau gratis bisa ngarit sendiri! Nah udah dari tempat Penangkaran gue langsung cabut ke Curug Omas Maribaya yang jalannya itu melewati pintu air. Makin sana jalannya makin gak jelas, kayaknya jarang pengunjung ke Curug Omas Maribaya, gue juga udah berusaha kesana tapi keburu sore dan gue gak mau ngambil resiko, yang akhirnya balik lagi walaupun suara curug udah terdengar sih.

Pintu Air Tahura - www.lunarv2.com
Nah ini gue photo dari atas penyebrangan pintu air, mungkin lagi kemarau ya jadinya kayak gitu, kering.


Saturday, 20 July 2019

Mendaki Gunung Cikuray - Teror Babi dan Sunrise Lautan Awan (Bagian 2)

Setelah istirahat lumayan lama akhirnya ada kembali kekuatan untuk menuju pos 6, saat pendakian ada seorang cewek yang hipotermia karena dia gak sanggup nahan dinginnya suhu di puncak dibanding gebetannya, angan-angan buruk gue kembali melintas

"Gimana kalo gebetan gue lebih dingin dari suhu di atas?"
"Gimana kalo gue tumbang kayak cewek tadi gara-gara hipotermia?, Astagfirullah jangan lah!"

dipuncak ujung tanjakan terlihat samar-samar si leader sedang asik duduk memakan somay dari pedagang asongan

"Lah, ada tukang dagang!" Gue kaget dong, liat tukang dagang di gunung.
"Saromay dulu daks!" Si leader dengan santainya mengacungkan somay
"Sok pesen lah, capek aing!" Gue capek

Di pos 6 hawa dingin sudah membuat jari-jari yang dilapis sarung tangan tanpa ujung jari jadi dingin, tiap jari seperti es mambo yang baru keluar dari kulkas, dingin! Plastik somay gunung seolah memberi harapan untuk jari agar tak membeku. Tiap gigitan somay terasa nikmat, baru tau gue rasanya somay gunung senikmat ini, mengingat dari tadi 6 jam nanjak hanya makan 2 roti coklat doang, gila gue juga bukan orang! Tambah lagi somay nya lah, mumpung ada! Disaat itu ada pendaki dari Jakarta datang sambil menyapa, dia beristirahat tapi dengan muka yang tidak kelelahan, terlihat dari mukanya dia sudah Pro.

"Bang dari mana?" Tanya pendaki Jakarta sambil membungkuk mau duduk
"Ciamis bang, abang dari mana?" Tanya gue sambil makan somay
"Dari Jakarta. Bang ini ternyata trek ter gila yang pernah gue lewatin bang!" Muka nya gak berbohong tentang perkataannya
"Emang abang sering naik gunung?" Gue memperjelas tentang dia
"Sering, dan ini paling menyiksa" jawabnya

Buat dia yang sering naik, ini adalah trek paling menyiksa. Lah gue yang baru kali ini naik mau bilang apa lagi! 2 kawan newbie terdiam mendengar kata-kata dia, seakan ingin teriak dan berlari ke rumahnya masing-masing, tapi sudah terlambat. Karena punya tujuan untuk nge camp di pos 8 maka pendakian dilanjut, gue sebenernya udah gak tahan, tapi gimana lagi? Tenda dan sebagian alat ada di leader, bangsat emang! Dia udah berjalan mengejar sunset di puncak, seakan dibawa angin lalu menghilang, meninggalkan 3 anggota yang sama sekali gak mengenal gunung dan kata-kata bajingan MDPL, ditinggal di tanjakan. Sisa dari tanjakan seperti menanjaki bukit yang memang terbilang jauh, bukan terbilang lagi, tapi jauh! Ah, gue jalan perlahan dan teriak

"Lu duluan aja dah, capek gue, gue ganti leader aja lah! Ngikut kelompok lain, lu di atas buat tenda, terserah lu mau ngapain di atas!" Gue ngasih kebebasan aja lah buat leader somplak itu, keburu mumet pala gue mikirinnya.


Karena gue yakin, tubuh gue kalo di paksakan gak bakal sanggup ngimbangi si leader. Alhasil gue dan 2 kawan ngikut sama kelompok orang. Di puncak pos 7 bayangan kita terkulai, istirahat dan terlentang diatas carrier masing-masing.

"Bulan.. keren bulan keliatannya" kata si sapri
"Kayak deket sama bulan" jawab heri
"Hari ini kayaknya gak bakal hujan" gue liat langit bersih
"Sekarang udah mulai dingin" si sapri ngasih tau
"Iatirahat bentar lagi euy, masih capek" gue sambil narik nafas buat bangkit

Leader kelompok lain lebih ngerti anggota tiri nya dibanding leader kandung sialan bangke yang mungkin udah koprol sama monyet hutan di puncak.

"Yo lanjut nanjak!" Kata leader baru

Penanjakan dilanjut ke pos 7, Ada hal yang gue heran dari penanjakan tersebut, terdapat seekor lebah yang terus mengikuti kelompok kami dari awal pos 2 sampe pos 7. Diantara pohon dan langit yang mulai gelap gulita karena sudah menunjukan pukul setengah 7 malam, titik cahaya semakin dekat dan disitulah ramai suara mulai terdengar. Tenda warna-warni terang mulai terlihat dan teriakan pedagang mulai terdengar, pedagang panggul.

"Dah kita iatirahat disini lah, capek aing!" kata gue
"Semua perlengkapan tenda di si leader" timpal si sapri
"Ah sial" gue hampir kesedak air

*Grusuuuukkkkk, nguuuuukkkkk...., Ngggguuuukkkk...

Ada bayangan hitam melesat diantara keramaian, tenda dan tukang dagang.

"Sorot coba... Sorotttt!!!!" kata pendaki lain
"babiiiiiiii.. babiiiiiii...." teriak yang lainnya dengan membawa pole
"Jangan disorot woyyyy....." kata pedagang asongan sambil melambaikan tangannya
"Itu tenda jagaaaaaa!!!!!!" tunjuk pendaki yang lagi beli gorengan
"Frame gue anjingggg...." yang lainya berlari
"Bangsat bawa tuh carrierrr loooooo" saling teriak di pos 7
"Bawain lah anying!!!" teriak yang lain

Suasana pos 7 ricuh karena disambut tamu tak diundang yang mengincar makanan dan tenda pendaki. babi tersebut berlari-lari seakan pendaki mengajaknya bermain tangkap lari, dia kegirangan. babi emang!

Pusing Ngurus Babi - www.lunarv2.com
Gue yang datang dengan posisi capek seakan pasrah melihat babi yang tak jelas tersebut. Sekilas ingatan gue menuju waktu dimana kenalan gue menceritakan siung babi hidup lebih tajam dari silet, bapaknya tertusuk siung babi dan seketika terluka. Ingatan gue kembali dengan pasrah ke pos 7 dimana semua orang berusaha mengusir babi yang menutupi jalan ke pos 8. Kita terhenti, pedahal jarak dari pos 7 ke 8 hanya 5 menit.

"Tunggu babi nya pergi dulu baru naik" kata gue waswas
"Iya, sok minum dulu aja lah, jaga barang bawaan" si sapri sambil benerin tasnya

Jujur, gue takut tapi penasaran sama muka si babi yang tertutup kegelapan hutan. Akhirnya si babi pergi ke belantara hutan dan perjalanan dilanjutkan. Di pos 8 bawah, orang ramai-ramai menggelar tenda, tapi leader gue belum keliatan.

"Pri coba lu cari ke puncak, tadi katanya dia mau ngecamp di puncak, kita nunggu disini" kata si Heri sambil duduk di sekitar jalan ke camp pos 8 bawah.
"Yaudah tunggu" dia pergi sambil membawa headlamp

Waktu menunjukan pukul 7 malam, hawa semakin dingin sedangkan tenda belum digelar, si Sapri masih mencari si leader yang disuruh menggelar tenda duluan.

"Tooooo.... Kagak ada euy" teriak sapri ke si heri yang ada bersama gue di bawah
"Hah.. maenya?" Jawab heri
"Woy, aing disini!" Si leader tepat di samping si sapri
"Lah.. lu diteriakin dari tadi gak nyaut, gue tadi teriak-teriak lewat sini!" Teriak si sapri sambil bawa-bawa headlamp
"Gak keliatan lu lewat sini" jawab si leader
"Tadi gue teriak-teriak keras lewat sini" sapri gak mau kalah
"Dah.. dah.., eh.. mending gelar tendanya di bawah dikit, biar ngumpul sama tenda lain. Tadi ada babi, gak aman!" Gue datang karena takut babi
"Udah lah disini aja" jawab leader
"Dah mending dibawah, gabung noh biar aman" gue sambil nunjuk kumpulan tenda di bawah

Gak lama dari percakapan tersebut munculah seekor babi, merasa dipanggil namanya. Baru pertama kali gue melihat babi begitu dekat, sebelum ini terakhir gue lihat babi di warung makan kecil di Bali. Bertuliskan babi guling dengan daging babi berjejer di etalase makanan yang disampingnya terdapat icon babi lucu, lalu selain itu pernah lihat babi di Angry Birds, udah cuman itu. Kini tepat 6 meter didepan gue berdiri babi besar hitam dengan bulu yang terlihat kasar oleh debu tanah gunung yang gersang. Sialnya gue di posisi yang gak menguntungkan, cuman ada jalan buntu di belakang gue. Salah langkah gue bisa diseruduk. 

"Lariiiiii...." Gue menuju babi dan langsung berbelok ke arah pos 8 bawah.
*Grusuuuuukkkkkkk*
Gue jatoh, semua orang di pos 8 bawah menyoroti gue yang jatoh dan tertutup debu tanah kering. 
"Ada apa kang?!" Penghuni camp bawah nyorotin lampu ke muka gue
"Ada babi gede!" Gue kaget disorot lampu

Semua orang langsung siaga menjaga tenda masing-masing

"Woy, tolongin gue nih.." si leader lari sambil membawa carrier.
"Itu tenda sekalian bawa!" Perintahnya lagi
"Iya bentar, ngeri gue takut diseruduk" gue juga ngeri liat babi segede anak kebo

Selagi babi nya lengah, gue sama si leader mengendap-endap dan sesegera mungkin ngangkat tenda ke bawah, tendanya portable jadi bisa diangkat. Seandainya pindah kosan juga sepraktis pindahin tenda, merdeka semua anak kost. Di pos 8 bawah, mulai lah dirakit tenda lainnya. Karena disini membawa 2 tenda jadi tinggal ngerakit 1 tenda lagi. Tiap frame alumunium tenda yang dirakit, tiap itu juga rasa dingin nusuk-nusuk ke tulang jari, mati rasa di hawa dingin yang gak tau berapa derajat. Untungnya malam itu gak hujan, jadi masih bisa leluasa buat masak sama beres-beres.
Lelah perjalanan masih belum bisa hilang, diluar tenda suhu semakin dingin yang pedahal baru menunjukan pukul 9. Ingin rasanya keluar tenda lalu ke puncak yang berjarak 10 meter dari tenda untuk melihat pemandangan malam, namun jangankan keluar, kaos kaki buka sedikit aja udah menggigil.

"Cikuray juga salah satu gunung yang paling dingin" tangannya bongkar-bongkar tas
"Iya lah, terserah lu. Napa baru bilang sekarang. Tapi mending capcus aja lah ke puncak" gue mempersiapkan kamera buat dokumentasi
"Dingin, tapi yuk lah ke puncak" timpalnya

Karena ke puncak gak terlalu jauh jadi gak ada salahnya berangkat ke puncak walau dingin. Diatas sudah banyak tenda berdiri, orang-orang sudah persiapan buat sunrise pagi nanti. 

View Malam di Puncak Cikuray - www.lunarv2.com

"Wiihhhhh kerennnnn euy pemandangan kota"
"Heeh euy"
"Itu kota apaan ya?"
"Tasik, kayaknya tasik"
"Kalo itu kota apaan ya? Garut yang itu pasti"

Malam itu dirayakan dengan menikmati indahnya view kota dari atas gunung.

Lampu-lampu kota begitu terang dibawah langit malam dingin yang cerah. Bulan bersinar terang disamping bintang yang kelap-kelip. Pemandangan ini persis film Detektif Konan malam hari waktu mengejar Kaito Kit atau film Kimi No Na Wa waktu meteor jatuh ke bumi, antara bumi dan langit begitu bersih kebiruan. Dingin menghalangi kami untuk tetap di puncak, dan memaksa untuk kembali ke tenda. Malamnya semua anggota tim terkena insomnia, cemen memang.

Cahaya bulan memantulkan bayangan apapun yang ada di luar tenda, babi hutan kembali memasuki area camp 8 bawah. Persis disamping tenda tempat gue istirahat ada bayangan babi hutan yang sedang mencari makan, gue yang kala itu dalam keadaan di selimut tebal gak akan bisa berbuat apa-apa bilamana si babi ingin ikut masuk atau nyeruduk tenda, cuman berdoa aja supaya dia pulang dicari emak nya. Pagi hari ternyata diketahui bahwa dibelakang tenda gue itu adalah jalur babi, dan parahnya karena tengah malem si leader mules terus, dia boker di jalur keluar masuk babi, mungkin maksud si babi adalah itu sebuah undangan untuk mabar.

Sunrise Mulai Keluar  - www.lunarv2.com
Langit mulai berubah menjadi biru tua ke jinggaan diatas bayang-bayang lautan awan antara puncak gunung yang bersembunyi. Terlihat berbagai puncak gunung dari atas sana, beda dengan melihat sunrise di laut, melihat sunrise di pegunungan lebih terasa kebersamaanya karena seluruh pendaki yang bermukim di pos 3-7 berlomba-lomba naik ke puncak untuk melihat sunrise, indah memang. Semakin terang suasana puncak semakin ramai. Ketika orang lain mulai memuncak, kita memasak, ketika orang lain berfoto, kita makan, ketika orang lain turun kita beres beres tenda dan bersiap turun gunung, somplak emang.

Terbit Mulai Tinggi - www.lunarv2.com
Jam 9 kita sudah mulai untuk turun gunung, gue kira turun gunung bakal lebih mudah tapi ternyata sama aja susahnya. Ditengah perjalanan ada seseorang yang lemah digotong tim penyelamat, mungkin dia belum makan atau sakit. Gue selalu kebayang kalo gue yang di posisi dia, hadeuh, jangan sampe. Di perjalanan turun yang baru pos 3 persediaan air sudah habis dan kini tinggal membawa sampah-sampah beserta lapar dahaga yang tanpa pamrih menyiksa. Selama perjalanan turun tersebut tenggorokan sudah sakit menahan haus dan perih karena debu yang masuk. Gak ada air dan gak ada makanan, leader udah hilang dan gue yakin dia udah berfoya-foya di meja pos 1, tapi gue udah memaklumi kesintingan si leader yang murni pemberian tuhan. Berjalan dengan debu tiada akhir, kaki serasa akan patah dari sisi lutut. Gue yang bawa beberapa mie instant merasa percuma karena gak ada air buat memasaknya. Pos 2 terlewati, suara adzan dzuhur terdengar hingga ke hutan, yang dikira pos 1 sudah dekat namun ternyata masih jauh, disitu gue nyesel karena gak riset dulu tentang trek gunung Cikuray, gak ada air, itu yang gue sesalkan! Jalanan berubah menjadi tanah kering berdebu persis di gurun tandus, haus makin melanda. Perlahan-lahan tanah berubah menjadi tangga yang licin oleh debu dan terlihatlah pos 1 dengan seluruh kenikmatan surga yang sebelumnya gue abaikan. Air, gorengan, nutrisari, lontong dan semua yang gue abaikan selama ini, kini berubah terlihat seperti buah khuldi yang menarik adam untuk memakannya. Nikmat! Hari itu kami pulang pukul 3 dengan membawa segudang cerita gila. Ternyata, disanalah tantangan yang selama ini gue cari dari kejenuhan mengejar dosen dan doi.

Mendaki Gunung Cikuray Bagian 1 : Backpacker VIP Masuk Hutan
Mendaki Gunung Cikuray - Backpacker VIP Masuk Hutan (Bagian 1)

Gunung Cikuray adalah gunung dengan ketinggian 2821 mdpl yang bertipe Stratovolcano, dimana bentuk gunung menyerupai krucut tinggi. Cikuray terkenal dengan trek nya yang menguras tenaga dengan tidak hanya kaki yang bekerja disini tetapi juga tangan, bokong dan bulu hidung. Dan gue sebagai pemula harus mendaki Gunung tersebut, astagfurullah. Semua berawal dari jenuhnya gue bulak-balik kampus nyari, ngejar, nangkep, ngeborgol dosen buat skripsian. Pokoknya tiap hari gitu aja, stagnan, pengen tantangan baru lah. Lalu berlanjut adanya undangan untuk meeting muncak. Dari meeting pertama tersebut tercetuslah kebusukan kawan gue dengan songongnya memilih Cikuray untuk pendakian pertama. Iya pertama, sebab 1 tim cuman 1 orang aja dari 4 yang pernah mendaki gunung (leader nya doang) tetapi berkat kejeniusan lontong-lontong sayur kurang riset akhirnya memulai di salah satu gunung terberat di Jawa Barat.

"Cuk, udah Guntur aja Guntur dulu lah yang gampang" Gue nyaranin
"Gak bisa, Cikuray aja lah kagok edan" Sapri berkoar
"Jadi nih Cikuray?" Heri memastikan
"Fix Cikuray" Cetus Sapri
"Guntur mah banyak maling" Kodee nambah-nambah
"Yaudah terserah lah" Gue pasrah

Merupakan meeting pertama di rumah Heri dengan hidangan seblak tulang yang melemahkan syahwat. Karena penasaran tentang Cikuray, akhirnya gue pribadi Chat kawan yang sering naik gunung berkedok meminjam alat mendaki.

"Cuy, gunung yang pas buat didaki oleh pemula bagusnya apa ya?" Tanya gue ke si Badot
"Cikuray aja, bagus buat pemula" Jawabnya

Garis besar chat yang terketik di WA mengiya kan gue untuk menjadi survivor Cikuray. Gue serahin deh semuanya pada leader, mengingat ilmu tentang mendaki begitu kurang dibanding backpacker yang udah masuk kelas VIP. Daripada sotoy gak karuan malah bawa bencana mending gue ikutin seluruhnya ke leader. Malam sebelum hari H gue gak riset apapun seperti tiap mau melakukan backpacker gila. Besok merupakan perjalanan yang belum pernah gue coba seumur hidup, ya kapan coba gue backpackeran ke gunung? Biasa ke Metropolit, Museum, Club Area, Wisata Bersejarah, Pantai, Event. Di daratan gue dihormati Kondektur, Supir Truk, Kernet Angkot, Penjaga Alfa sama Indomerit, DKM Masjid, Pramugari, pokoknya yang kalo masuk "Selamat Pagi Mas" "Selamat Pagi Pak" bak seorang VIP dengan harga seorang gembel. Sekarang harus mencoba lingkungan berbeda, naik gunung! Tapi mungkin seenggak nya gue pernah naik gunung pas SMA, kalo gak salah ceritanya ada deh di blog ini, scroll aja coba.

Hari H, Tim berangkat pagi pukul 6. 

Pos Pendaftaran Awal - www.lunarv2.com
Cukup sekitar 3 Jam, sudah sampai di Pos pendaftaran awal, terdapat mobil bak untuk mengangkut pendaki ke kaki gunung dekat pos 1. Ditempat tersebut diwajibkan daftar dengan uang seikhlasnya

"Der.. udah lu aja der yang daftar" Karena disini leader yang lebih ngerti.


Daftar selesai, dilanjut ke Pos pendaftaran 2 yang dimana merupakan tempat bertemunya jalan dari arah terminal Garut dan dari Pos awal tempat daftar tadi, jalanya udah edan tuh ke pos pendaftaran 2. Batu lumayan gede-gede bisa buat hiasan taman sama pondasi selokan lah kalo gue ibaratkan, motor murah masih bisa lewat, jadi jangan berkecil hati. Jaraknya lumayan jauh kalo jalan kaki, tapi kalau misal kismin-kismin amat enaknya jalan kaki sih. Sampe di Pos pendaftaran 2 kita daftar lagi dengan uang seikhlasnya, sebenernya ini gunung lumayan banyak bayarnya menurut gue, sama kayak Galunggung. Dari sana lah musibah terjadi, kopling motor si Heri aus pengen minum diganti, karena gak ada bengkel sekitar sana, orang kebon teh semua. Mau gak mau harus naik mobil bak, motor si Heri disimpen di pos pendaftaran 2 yang mungkin aman sih kalo beruntung. Gak lama mobil bak datang dan kami berdua naik mobil bak sedangkan si Kodee leader sama si Sapri naik motor ke pos pemancar. Hari itu gue baru ngerasain gimana rasanya jadi petani teh, pagi-pagi udah gubrag-gabrug diatas mobil bak terbuka dengan suspensi daun nya yang keras, lebih cocok buat bawa ampas emas di freeport. Sopir mobil  berasa bawa fortuner, lubang jalan dilibas pake grandmax bak. 

Naik Mobil Bak Menuju Pos Pemancar -  www.lunarv2.com
Penumpang dibelakang kaya domba sembelihan yang belum dikasih makan, mengembik panik! Kurang panik apalagi? Di tanjakan dekat pemancar mobil gak kuat nanjak, dan berhenti! Mobil perlahan mundur sedangkan dibelakang mobil banyak pendaki ngedorong motor matic yang motornya udah bau klep gak kuat nanjak.

"Awaaaaaassssss!!!!!!"
"Banggggg... Awaaaassss.... Bannngggg!!!!"

Mobil mundur gak karuan, satu motor selamet gak ketabrak mobil. Mobil terus mundur, dibelakang masih ada motor yang gak kuat nanjak yang siap ditabrak mobil blong rem. 

"Aaawaaaaassssss!!!!!"

Tangan gue udah gemeter antara mau nyelametin diri sama teriak-teriak nyuruh yang ngedorong motor belakang mobil di tanjakan buat minggir. Yang ngedorong vario putih panik dan jatoh, wah gawat, mobil makin mundur cepet, udah kelar tuh idup yang bawa motor mana jatoh kejepit motor lagi. Tapi ketika tinggal beberapa cm lagi mobil keburu berhenti, sumpah gue kaget tu orang udah mau kejepit mobil blong. Semua yang ada di mobil bak sontak berhamburan buat nolongin orang yang jatuh kejepit motor dibelakang mobil bak, sukur dia sama motornya gak ketabrak mobil bak. 

Persiapan Penanjakan -  www.lunarv2.com
Di pos pemancar kita siap-siap dan langsung menuju pos 1 untuk daftar kembali, di pos 1 yang jaraknya gak begitu jauh kita diwajibkan bayar 15rb untuk pendaftaran, disini wajib daftar soalnya bakal langsung nanjak. Sebelum nanjak bagusnya isi air dulu di pos ini, soalnya gak ada jaminan di pos 2 dan seterusnya ada air. 

Pos 1 -  www.lunarv2.com
Penanjakan dimulai, biasa pemula mah riang-riang aja sambil ribut nyanyi-nyanyi. Seluruh tim kami gak ada yang ngeremehin gunung tersebut atau sompral, semuanya dijalani biasa aja, kalo nyanyi-nyanyi kan gak sompral, ya gak? Anak pramuka juga suka nyanyi. Di pos 2 suara nyanyian fals udah mulai kendor, tas udah kerasa mulai berat. Beban carrier sekitar 13-20 kg udah mulai kerasa, kerasa panas di pundak. Nah dari pos 2 ke pos 3 jalanan udah mulai berlapis akar, tiap tapak jalan membentuk tangga, mirip-mirip jalan ke kawah Galunggung tapi terbuat dari akar alami. 

Jalan Setapak Cikuray -  www.lunarv2.com
Gue baru sadar, dulu pas penanjakan Galunggung via hutan trek nya landai, gak kaya tangga. Tapi ini trek Cikuray mulai kaya tangga, ini trek yang paling dijauhi pendaki sebab trek tersebut banyak menguras tenaga, bukan hanya kaki yang bergerak tapi juga tangan sama bulu kuduk. Gak kebayang, jalan nanjak gak ada landainya sedikit pun, nanjak teroooooosssss!!!!! Berpola tanggaaaa!!!! Mana tiap pos berjauhan! Buset, kalo kayak gini terus ampe pos 8 udah pasti leklok kaki gue. Dari sana gue sadar bahwa kawan-kawan gue menghianati dan menjebak dengan mengatakan 

"gunung ini cocok kok buat pemula, pret.. bulseit!". 

Pos 2 udah terlewati, banyak dari pendaki yang beristirahat, tapi leader kami menuntut buat terus berjalan. Semakin atas, jalanan Cikuray semakin curam! Kanan-kiri jurang dengan jalan yang sempit dan terkadang harus memanjat. Udara semakin dingin, bulu ketiak sudah terasa seperti es serut, tapi kalau diam berarti menyerahkan diri pada hipotermia. Pos 3 kita beristirahat sebentar, untuk solat, makan dan selonjoran "ngaso" iatilahnya. Baru kali ini gue ngangkut beban berkilo-kilo sambil nanjak, manjat, ngerangkak, ah pokoknya gak nyesel gue gak daftar jadi tentara, tuhan lebih tau tentang hambanya. 

Pos 3 -  www.lunarv2.com
Cuman 30 menit istirahat langsung nanjak lagi, leader gue begitu berambisi sampai lari-larian di tanjakan! Belakangan gue tau bahwa leader gue si Kodee itu bukan manusia tapi siluman kuda berbadan monyet. Ya coba aja, mana ada manusia normal lari-lari bawa beban 20-25 kiloan di jalanan bertangga akar yang nanjak edan! Kadang gue nyesel bareng leader model gini, anjir! Di pos 4 terdapat beberapa tenda yang tidak menarik bagi si leader bangke dan minta perjalanan dilanjut sebelum sunset. Tiap gue tanggah ke atas semua cuman tanjakan berpohon yang gelap, cuman ada setitik cahaya yang merupakan jalanan landai. Terkadang cahaya langit biru itu merupakan motivasi gue untuk terus berjalan, nanjak terus kayak yang gak ada ujungnya. 

Di pos 5 istirahat, si leader udah kegatelan pengen photo sunset, geblek emang nih. 2 kawan gue juga ngos-ngosan kek udah putus asa, sama kayak gue. Di penanjakan ke pos 6 si leader udah mulai gak keliatan, yang akhirnya gue bareng sama kelompok lain. Ada pos bayangan dimana cuman hanya sepetak tanah datar tanpa rumput tempat pendaki beristirahat, disitu 2 kawan gue udah tergeletak pasrah.

"Cuy, jam berapa sekarang?" Sapri melihat jam gue
"Jam set 5" gue jawab
"Mana si leader?" tanya gue
"Dah duluan" heri nunjuk ke tanjakan tiada ujung
"Bodo amat ah" gue pasrah
"Buset, yang tadi lewat apaan?" tanya pendaki lain yang ikut istirahat.


Mendaki Gunung Cikuray Bagian 2 : Teror Babi dan Sunrise Lautan Awan


Sunday, 24 March 2019

Curug Badak Batu Hanoman - Ini Tasik Apa Lembang ?

BTW, gue dah lama gak apdet ya? Iya, sorry banget nih soalnya gue dah mulai masuk kedalam kategori manusia langka, langka di kampus maksudnya. Jadi ya gue harus riset sana-sini, bimbingan sana-sini, sama refreshing sana-sini. Ngomongin refreshing nih, gue kemarin nemu tempat yang hampir sama kayak di Lembang, tepatnya hampir mirip Cikole, serius! Tempat yang penuh sama hutan pinus dan hammock-hammock bergelantungan kayak kepompong. Iya kan ? Hutan pinus itu identiknya dengan hammock ? nah disini juga sama, dan banyak. Nama tempat yang gue maksud tuh adalah Curug Cibadak yang letaknya di daerah Sukamukti, Cisayong, Tasikmalaya. 


Tau kan Curug? Belum tau? Curug itu berasal dari bahasa sunda dengan arti Air Terjun, ya seperti itu lah. Gue mau ngomongin kesan pertama pas datang ke tempat ini nih. Jadi perjalanan gue ke Curug Badak itu lumayan lama sebab gue nyasar-nyasar melulu, pedahal jalan kesana amat sangat gampang tapi gue nya aja yang ketololan. Jalanya lumayan jauh juga dari jalan raya, jalan menuju kawasan wisatanya hanya cukup 2 mobil dengan aspalan yang sangat mulus, tenang aja.. sangat mulus kayak paha member JKT48. Setelah setengah jam menyusuri jalan pedalaman maka terlihat lah sebuah tempat hutan pinus yang luas sehingga gue jadi keinget Cikole Bandung, iya mirip! sampe gue mikir "ini beneran Curug Badak bukan sih ?" soalnya tempatnya kayak tempat buat nongkrong gitu.

www.lunarv2 - Pintu Masuk Curug Cibadak
Harga tiket masuk ke Curug Cibadak hanya 5.000 rupiah aja per orang, tapi itu cuman masuk dan belum sama parkir. Kalo parkir bayar belakangan biasanya, siapin aja lah 3.000 buat parkir motor mah. Gak tau kalo buat mobil, soanya kemaren Fortuner gue masih di dealer jadi gak tau harga parkir mobil berapa. Awal masuk bakal disuguhi lapangan parkir luas dengan hutan pinus yang tinggi menjulang. Terdapat beberapa jalan menuju curug dan ada jalan menuju tempat nongkrong juga, tempat nongkrong yang terdapat di daerah tempat parkir itu mirip-mirip tempat nongkrong di Cikole yang terletak di tempat terbuka di bawah hutan pinus dengan kursi dan meja kayu. Selain dari itu, ada juga jalan lainnya yang menuju spot-spot piknik di daerah wisata Curug Badak, jadi intinya Curug Badak ini terdiri dari beberapa kawasan. Ada kawasan nongkrong ala Lembang yang terdapat di dekat tempat parkir lalu tempat karaoke dekat kawasan hammock pertama, naik lebih tinggi lagi ada kawasan hammock lagi juga terdapat warung-warung serta spot foto khusus lalu gak jauh dari tempat tersebut ada jalan menuju curug yang lebih pendek. Untuk curug yang lebih tinggi harus berjalan lebih kebawah serta jalannya pun beda, tapi tenang aja soalnya ada petunjuk menuju curug yang tinggi tersebut.
www.lunarv2 - Pengunjung
www.lunarv2 - Hutan Pinus
www.lunarv2 - Kawasan Hammock Bawah
www.lunarv2 - Kawasan Hammock Atas
Yang bikin gue kagum, di Curug Badak ini terdapat 2 air terjun yang berdekatan sehingga pas kalo difoto untuk acara prewed. Tapi usahakan kalo mau foto-foto disini siapkan kamera DSLR dengan lensa tele atau pake waterproof deh minimal, soalnya gue dah coba foto pake lensa standar hasilnya kurang bagus soalnya cipratan dari air terjunnya itu yang membuat lensanya basah dan blur. Kalau mau basah-basahan bisa langsung aja, gak usah pikirin ganti baju dimana, ada WC kok di deket Curug itu. Nah buat hamba yang taat nih, ada beberapa mushola di sekitar kawasan wisatanya jadi gak usah hawatir, yang perlu dihawatirin tuh jalan menuju curug kembar dengan jalannya masih tanah merah dan tergolong curam. Jika berkunjung pas musim kemarau sih gak masalah tetapi kalau berkunjung pas musim hujan jalan menuju curug nya lumayan licin juga, meski udah ada pegangan tangga, intinya harus hati-hati lah kalau pas musim hujan kesana.

www.lunarv2 - Curug Cibadak
www.lunarv2 - Curug Cibadak 1
www.lunarv2 - Curug Cibadak 2
Tapi, pas musim hujan pun gak kalah keren menurut gue, soalnya suka keluar kabut diantara hutan pinus dan menurut gue bagus banget buat foto-foto apalagi sambil nongkrong, ngopi di kawasan piknik bawah deket tempat parkir, beuh... mantul lah.. Jujur pas gue kesana banyak banget yang pacaran, sampe-sampe ada tulisan peringatan "awas ketemu mantan" memberikan kesan bahwa tempat itu bagus juga buat pacaran, tapi... nih pake tapi ya.. gue gak merekomendasiin itu karena pikir aja sendiri deh... males gue mikirnya... haha...

Tuesday, 15 January 2019

Ketika Punya Waktu 2 Jam di Cirebon Harus Wisata Kemana ?

Woyo.. waktu 2 Jam cukup buat apaan ?! Ketika kalian diberi waktu 2 jam saja untuk keliling kota kira-kira dipakai buat kemananya ? Wisata religi, wisata kuliner, jalan-jalan di alun-alun ? Yap, itu benar ! mending ke daerah yang udah jelas tempat wisatanya. Karena waktu yang mepet untuk jalan-jalan disarankan mengunjungi tempat wisata yang udah jelas bahwa itu tempat wisata, jangan yang lain-lain yang belum jelas, kayak gue nih udah jelas cowok baik yang setia. Punya waktu 2 jam untuk keliling kota mungkin gak akan bisa dipakai buat explore wisata tersembunyinya maka gue saranin buat yang udah jelas aja.

Jadi pengalaman itu gue alamin pas pulang dari event di Cirebon, pengen rasanya buat jalan-jalan di Cirebon seharian tapi apa daya besoknya kuliah jadi ya gue cuman punya waktu sedikit buat jalan-jalan di Cirebon. Pikiran gue langsung inget ke alun-alun Cirebon, gimana ya alun-alunya ? itu yang ada di benak gue dan otw lah gue beserta rombongan kurang waktu buat menjelajah Cirebon. Baru berjalan beberapa langkah keringet udah ngucur bagai orang habis nguli *soalnya gue pernah nguli*, Cirebon panas banget bos... tapi rasa penasaran gue tetep ada aja dan gak ilang-ilang jadi perjalanan terus dilanjut dari Stasiun Cirebon ke Alun-alun.

www.lunarv2.com - Masjid Agung Kota Cirebon
Mungkin ekspektasi gue tentang alun-alun nya terlalu tinggi kali ya ? atau ngebandingin sama alun-alun Ciamis, karena pas datang alun-alunya cuman lapangan luas didepan Masjid Agung Cirebon aja. Ya nggak salah sih, emang kan alun-alun itu adalah lapangan luas, tapi tetep worth it buat jalan-jalan sore karena semakin sore semakin rame alun-alunya. Seperti gue bilang tadi, didepan alun-alun ada Masjid Agung, yap.. jadi gak susah lah nyari alun-alun Cirebon mah yang pasti patokanya Masjid Agung Cirebon aja.

www.lunarv2.com - Angkringan
Lalu karena temen-temen gue pengenya nongki-nongki tuh sebelum pulang ke rumah masing-masing jadi kita nyari tempat nongki yang ternyata gak jauh dari alun-alun ada tempat untuk nongkrong asik. Bukan food court hanya sekedar warung angkringan yang biasa terdapat disekitar alun-alun. Formasi duduk lesehan menjadikan visualisasi buat harga makanan disana, udah bisa ketebak lah harganya yang pasti gak semahal di Pizza Hut atau Starbucks, tapi gue bener kan ?

www.lunarv2.com - Lesehan
Ya, waktu dua jam aja dipake jalan-jalan sebentar sama ngobrol sambil nongki-nongki bareng temen-temen gak bakalan kerasa. Dari awal juga udah pasti kurang lah buat menikmati Kota Cirebon dengan waktu dua jam doang, tapi yang pastinya daripada tidak sama sekali menikmati Kota Cirebon masih mendingan punya waktu dua jam untuk menyusuri kota yang memancing keringat tersebut.

Monday, 11 June 2018

Taman Balai Kota Bandung Yang Kekinian


     Kemarin gua buat artikel yang kurang faedah buat nemenin puasa kalian, gimana ? ngebatalin puasa gak gara-gara emosi ? sebagian dari artikel itu ngebahas tentang Balai Kota Bandung dan memang menarik buat gua bahas tentang taman tersebut. Kalo di Bandung banyak taman yang bertebaran nah ini salah satu taman yang menurut gua layak lah buat tempat rekreasi. Taman Balai Kota Bandung, tempatnya orang-orang kreatif nongkrong kalo menurut gua sih gitu diliat dari pas baru masuk udah banyak anak muda yang kumpul-kumpul sambil diskusi, kumpul sambil main gitar, kumpul sambil dance, kumpul sambil liatin gua yang mempesona gue juga masih muda unyu-unyu. Ya intinya kayak gitu lah menurut gua.  

"kalo gitu berarti cuman orang lokal doang dong yang lagi rekreasi ?, buktinya banyak yang diskusi"

"kagak juga"

     Banyak juga traveler atau pendatang yang sengaja datang buat main-main di Balai Kota Bandung jadi lu gak usah minder kalo lu jomblo  pendatang, bener gak ? *Bener !*. Ngomongin suasana Taman Balai Kota Bandung kira-kira gimana ya ? udah jelas dong biasanya taman banyak pepohonan, gak usah ditanya lagi itu mah ! tapi yang gue heran di Taman Balai Kota Bandung itu ada Wifi katanya.. "katanya" nah masalahnya gue belum sempet nyoba dan gak kepikiran sama sekali waktu itu buat Search Wifi disekitar Taman Balai Kota, lumayan nyesel juga gue sebagai anak IT gak nyoba seberapa kencengnya Wifi di Taman Balai Kota Bandung tersebut, nyesel gua jadi gak bisa share kecepatanya di artikel ini, buat lu yang udah baca artikel ini dan dapet Hidayah buat dateng kesana tolong cek kecepatan Wifinya terus komen dibawah ya, gua maksa loh !

     Untuk ukuran taman lumayan luas lah, gua gak sempet ngukur taman, meteran gua ketinggalan. Baru masuk langsung nyobain masuk ke jalan yang dibelah antara gundukan tanah, apa ya namanya ? sorry rada ngaco gua nulisnya, liat aja deh dibawah.

www.lunarv2.com - Gang Labirin
     Nah pokoknya kayak gitu deh, kalo lu makin jalan kedalem badan lu makin kelelep, udah gitu aja. Kalo jalan terus juga bakal nemuin persimpangan, mungkin kayak labirin sih menurut gue tapi labirin level Warrior, *kayak di Mobilejen aja*. Kalo lu yang pandai Photography bisa lah ngasah bakat di gang ini, coba olah-olah deh skill lu disini, sayangnya gue waktu itu bawa partner yang Newbie Photo jadi hasilnya gak usah disebut, nyesel gua. 

     Gak jauh dari gang ada air mancur berbentuk ikan, ikan bobo.. waktu dateng kan pas puasa ya ? jadinya gua obok-obok kolamnya, gak tahan pengen main air *jangan ditiru*. Ada sekitar 5 patung ikan yang sedang lompat kehausan pengen cendol elizabet dengan pose mempesona bagaikan girlband kpop.

www.lunarv2.com - 5 Patung Ikan


www.lunarv2.com - Pengen Bukber
     Udah gak kuat pengen buka puasa tuh sampe mangap-mangap kehausan kasih sayang . Ditaman ini yang gue baru liat adalah ada kolam buat batal puasa berenang sama main air. Dikira gua cuman hiasan doang tapi taunya bocah-bocah pada lari terus nyemplung ke kolam. Awalnya mau gue marahin tapi ada emaknya emang fasilitas dari taman jadinya gue pingin ikut nyebur. Dan gak hanya 1 kolam yang tersedia buat nyebur tapi ada beberapa kolam juga, pada kepanasan apa gimana ya ?

www.lunarv2.com - Kolam Taman

www.lunarv2.com - Nunggu Bukber
     Yakin banget gua mah.. bakal tamat puasa tiga bulan juga.. Selain kolam tadi ada juga selokanya ! buset godaan puasa banyak banget ya ditaman ini disamping *ekhemm..* lalu-lalangnya para ukhti.

www.lunarv2.com - Selokan Taman

www.lunarv2.com - Nyobain Nyebur
     Alhasil kaki gue juga ikut nyebur ke selokan, masukin kaki perlahan dan... cwuuussss... asep keluar dari kaki gue yang penuh dengan rombeh ini. Dingin banget ! siang-siang nyeburin kaki, tapi tenang aja kalo yang ngerasa jijik nyeburin ke selokan, soalnya ini selokan termasuk fasilitas Taman dan gue liat sendiri ini selokan sering dibersihin sama petugas taman, disaring pula airnya. Jadi yakin gak akan nemenin gua nyebur girls ?

"Katanya taman, tapi kok gue gak liat tanamanya dari tadi ?"

"Sabar coeg !"

www.lunarv2.com - Tanaman Balai Kota
    Tuh, ada ber blok-blok tanaman yang sengaja ditanam di taman ini, salah satunya kayak blok diatas lah. Selain itu juga ada tempat Olah Raga, Patung-Patung, kayak patung Dewi Sartika sama Badak yang disebut Badak Langka. 

www.lunarv2.com - Patung Dewi Sartika

www.lunarv2.com - Patung Badak
     Dari semua tempat yang didatengin ada tempat yang membuat gua, aduhh... gak usah dibahas aja kali ya ? tapi ntar banyak yang kecewa, yaudah biar gue aja yang nanggung kekecewaan. Jadi taman ini sangat mendukung kaum selain Jomblo, garis bawahin ini "Jomblo" iya.. ada yang namanya Gembok Cinta.. dari namanya aja udah buat gue lemes mau bahasnya juga. Bentuknya Jeruji persegi dengan banyaknya gembok yang mengatas namakan Cinta *pingsan* yang abadi, bla.. bla.. bla.. skip aja deh ya..

www.lunarv2.com - Gembok Cinta

www.lunarv2.com - Itu aja deh
     Ampe karatan tuh gembok ngegantung di jeruji penentang kaum jomblo.

     Ada apa lagi di Taman Balai Kota yang menarik ? nih gua kasih yang  menarik di Taman Balai Kota.

www.lunarv2.com - Variasi Tempat Sampah

www.lunarv2.com - Petugas Kebersihan
     Menurut gue yang paling menarik dari Taman yang bagus adalah tersedianya mereka dan tenaganya juga, kalo gak ada mah sia-sia juga Taman bagus tapi gak ada fasilitas penunjang kebersihan juga penegak kebersihanya juga. Ujung-ujungnya malah berantakan, kotor dan gak Tertata. Terakhir yang mau keluar dari Taman dan Keliling Kota Bandung ada yang namanya Bandros, yaitu Bus yang tujuanya buat nganter wisatawan keliling Bandung, bentuk sama warnanya juga macem-macem jadi pilih aja deh tapi usahain pilih abang, liat juga Rute perjalananya soalnya beda-beda tiap Bus. 

www.lunarv2.com - Penumpang Bandros

www.lunarv2.com - Bandros
          Gue saranin buat nyempatin main kesini kalo pas lagi main ke Bandung, ya buat sekedar nyantai atau photo-photo keren juga bisa juga masukin list liburan buat lebaran nanti.