LunarV2 Trip

Saturday, 29 September 2018

Sekali Lagi Memandangi Sunset Karang Tawulan

Sebenernya gue udah beberapa kali main ke Karang Tawulan, laut yang berada di Selatan Kabupaten Tasikmalaya. Ada ciri khusus dari Karang Tawulan ini yang mungkin ada beberapa pantai yang mirip dengan Karang Tawulan, ciri yang mudah diingat adalah spot view yang bertebing, ada lagi ciri lainya dari pantai tersebut adalah ombaknya yang besar, karena terletak di Laut Selatan yang tidak terhalang oleh pulau apapun lagi kecuali mungkin pulau Christmas yang itu pun tergolong pulau kecil, intinya tidak ada penahan apapun lagi yang membuat angin dan ombak di daerah pantai selatan besar.

Kunjungan gue kali ini diharuskan untuk mendokumentasikan tentang tempat pariwisata tersebut oleh Dirparpora Kab. Tasikmalaya. Waktu pertama kali mengunjungi Karang Tawulan pernah untuk melihat Sunset disini tetapi kurang sempurna sebab waktu dulu cuaca cerah tetapi di daerah matahari terbenam cuaca begitu berawan sehingga kurang pas saat melihat Sunset itu. Saat ada kesempatan kembali mengunjungi Karang Tawulan gue punya harapan sih gak mendung atau berawan.

Karena sampai siang hari ke Karang Tawulan jadi memilih untuk membereskan tugas mendokumentasi tempat tersebut sebelum sore datang agar nantinya tak terbebani oleh tugas yang harus dikerjakan. Meski udah beberapa kali kesana tapi itu pun dengan selang waktu yang lumayan lama, gue terkejut karena fasilitas daerah Karang Tawulan sudah lebih baik dari pertama kali berkunjung kesana.

Tebing Timur
Menjelang sore ombak semakin besar dan air laut menjadi pasang, kalau misalkan jalan sedikit ke area tebing dekat goa lalay maka bakal terlihat pemandangan garis pantai yang membentang dengan bulan sabit. Angin yang kencang menambah sensasi pantai selatan, duduk dan menikmati pemandangan, semakin lama duduk maka akan semakin terasa atmosfer pantai selatan yang sulit untuk dituliskan.

Garis Pantai Sebelah Barat
Sunset mulai keluar, baiknya pindah ke arah barat dan menuruni tebing yang telah diberi tangga beton hingga menuju pantai berbatu. Tempat terbaik melihat sunset di Karang Tawulan adalah di tebing bagian Barat atau di Pantai bawah bagian barat. Warna jingga kemerahan menyoroti hingga beberapa menit menuju gelap begitu mempesona, kali ini adalah penampakan Sunset yang begitu sempurna setelah sebelumnya waktu pertama kali datang ke tempat tersebut Sunset tertutup awan di bagian Barat. Begitu rasanya menikmati Sunset laut selatan yang diiringi ombak pengikis tebing dengan angin laut selatan yang tipikal besar.
Pantai Karang Tawulan Barat


Saturday, 25 August 2018

Raizzy's Guesthouse dan Dormitory Roomnya Yang Budget Friendly

Tak ada gading yang tak retak, tak ada dompet yang tak bolong. begitu juga dompet gue ! banyak faktor yang menyebabkan traveling boros terus jebol dompet sampe ke akar-akarnya, bisa jadi karena foya-foya, makan yang hedon, akomodasi dengan Luxury Room, atau Private Transport. Nah gue mah gak ngelarang buat foya-foya kayak gitu tapi kalo yang tiap harinya makan mie instan mah mending jangan. 

Gue nemu akomodasi yang bisa dibilang nyaman, secure, dan friendly. dimanakah itu ? jawabanya dijudul, gimana sih gak baca judul kali ya ? Nama akomodasinya itu adalah Raizzy's Guesthouse dan kesan pertama pas gue liat profilenya di Tripadvisor ratingnya 4 dari 5 bintang dengan Review sekitar 517 ! berarti udah banyak yang nginep disitu kan ? belum ditambah dari Traveloka yang memang memberi rating yang tinggi ! yaitu 8,7 dari 10 dengan review 417 tamu ! Kalo soal kepercayaan berarti udah fix bagus, tapi biasanya berimbas pada harga akomodasi, gue cari yang paling mahal murah dan dapat dengan harga dibawah 100.000 per malam ! dengan kamar Dorm 12 Mix (campur 12 orang), awalnya gue rada ragu buat Acc yang 12 Mix tapi karena gue backpacker jadi nyari yang paling murah, hedon kan gue ?

Peta Raizzy's Guesthouse
Waktu nyari tempat penginapanya ternyata gampang banget soalnya deket sama Pasar Seni Station dan memang deket banget sama Sri Mahamariamman Temple lebih tepatnya di jalan Tun H S Lee, City Centre, 50000 Kuala Lumpur. Jadi gak terlalu repot buat nyari tempat penginapanya.

Karena biasanya review di Booking Online dan kenyataan sedikit berbeda maka gue siap-siap dengan kenyataan di lapangan, kesan pertama masuk gue dibukain pintu Hostelnya dan oke lah dan setelah masuk terasa deh hawa dingin dari AC yang emang dingin banget ! mungkin berhubung diluar panas kali ya ? Btw Malaysia itu Negara yang lumayan panas menurut gue, jarang-jarang gue Traveling keringetan ngucur mulu dan pas masuk Hostel udah dingin. Lanjut Check-in dan gak ada masalah yang penting siapkan Passport  aja. Karena gue pilih yang Dorm Mix jadi gak ada Deposit kamar kecuali pilih selain itu maka ada deposit kamar yang nantinya uang itu bisa dibawa pas pulang.

Masuk ruangan kamar Mix Dorm langsung ekspektasi negatif tentang kamar campur 12 orang terbantahkan, hilang. Gue nginep 2 malam tenang dan gak ada masalah, fasilitas di ruangan lumayan bagus karena ada colokan listrik tiap samping kasurnya, ada AC, Kipas Angin yang besar, Ranjang Tingkat dan Ruangan yang terbilang luas jadi kalau mau beresin barang-barang bisa leluasa di kamar. Tapi ada yang membuat gue agak gak nyaman yaitu tersedia loker tetapi kecil banget dan tersedia di bawah kasur, kebanyakan orang-orang nyimpen barang di dekat kasur mereka.

 www.lunarv2.com - Dorm Mix 12 Raizzy's Guesthouse
Fasilitas lainya dari Raizzy's Guesthouse adalah WC yang bersih dan banyak, terdapat 3 Shower Room, Wastafel dan 1 WC didekat Dormitory Room dan ada 2 WC dan 1 Shower Room di lantai bawah, karena hostel ini terdiri dari 2 lantai dan semuanya bersih. Fasilitas lainya adalah tersedia banyak kamar yang bervariasi, adanya Wifi yang lumayan kenceng, tapi kalau misalkan kamar lu jauh dari tempat Resepsionis atau Lobby maka gak bakal nyampe sinyal Wifi nya, tapi kalau lu nyewa Dormitory 12 Mix pasti sinyalnya bisa sampe kamar dan gak usah internetan di Lobby. Ada juga TV, breakfast gratis dengan roti yang bisa dipanggang karena tersedia panggangan, kopi dan teh gratis, tersedia kompor buat masak dan dispenser jadi yang suka bawa mie instan didukung banget disini, menjual juga mie instan.

www.lunarv2.com - Lobby dan Resepsionis

www.lunarv2.com - Tempat Santai Dekat Dorm dan Kamar

www.lunarv2.com - Kamar Shower Room
www.lunarv2.com - Kamar Berjejer
www.lunarv2.com - View Dari Tempat Nongkrong Dekat WC
www.lunarv2.com - Kamar di Lt.1
www.lunarv2.com - Kamar Lt2. Bagian Utara
Untuk masalah keamanan Hostel dilengkapi dengan Password Door jadi sebelum masuk harus memasukan dulu Password Door dan didapat ketika Check-in, kecuali mau Check-in maka tinggal pencet saja bel. Untuk letak Hostel sangat strategis karena terletak diantara Attraction dan Stasiun MRT, jika ingin ke Pasar Seni, Petaling Street atau Kasturi Walk terbilang deket juga buat yang suka gratisan juga deket sama yang namanya Go-KL Bus gratis buat keliling kota seperti Sevel yang terletak di persimpangan

Selama gue menginap 2 malam disana, gak ada rasa takut atau gak nyaman sebab selain banyak orang Indonesia disana banyak juga turis asing yang friendly dan resepsionis nya yang ramah sampe gue becandain. Jadi ya bisa dibilang kayak di rumah sendiri deh, dan rating review di Advisor gak semuanya meleset ! Fix Keren ! Waktu Check-in disini jam 2 siang tetapi jika pengen nitip tas bisa bebas, tapi sepertinya kalo kepepet bisa Early Check-in tapi yang pasti bisa nitip tas sambil nunggu waktu Check-in. Intinya ini Hostel yang ramah, nyaman, banyak gratisnya dan pas untuk Budget Traveler atau Backpacker. Kalau bingung dan ada pertanyaan bisa ketik sendiri di kolom komentar.


Thursday, 16 August 2018

Spot Tidur dan Fasilitas Backpacker Gembel Di KLIA2

Topik artikel yang disukai para Gembel Internasional, gue juga tau ! Tiap gue bepergian pasti bakal nyari tempat buat tidur yang nyenyak dan gretong bila bayarpun pasti pas dengan budget Traveler Gembel, jadi pelesiran gue bukan semena-mena buat jalan-jalan, nongki sama sombong, dibalik itu semua gue berusaha buat mendapatkan informasi dan ilmu buat para gembeler Indonesia yang sukanya gratisan, fix itu ngena banget ! bener gak bel ?


Dari beberapa artikel yang gue baca buat tidur di KLIA2 kebanyakan numpang tidur di McD atau Starbucks, yang rela tidurnya duduk tegak kayak ospek SMA dengan segudang kakak kelasnya yang jutek. Pedahal banyak banget menurut gue Spot buat tidur di KLIA2 yang lebih nyaman juga bebas daripada nongkrong di Cafetaria dengan pelayanya yang tak kenal ampun.

Spot Tidur

1. Spot Tidur Depan Pintu Kedatangan Internasional

Nah, kalo ini mah keliatan banget pas keluar pintu kedatangan Internasional atau kalo bahasa Malaysianya itu Balai Ketibaan Internasional KLIA2. Kedatangan domestik juga sebenernya berdekatan pintunya tetapi lebih dekat dengan kedatangan Internasional. Baru keluar pintu setelah pengecekan bagasi dan barang maka akan banyak orang dengan membawa kertas dengan berbagai nama orang dan gue saranin lu jangan coba ngaku-ngaku nama yang ada di tulisan itu, kenapa ? gak ada kerjaan aja. Nah setelah keluar gerbang bakal langsung liat tempat duduk yang berjejer depan depan pintu kedatangan.

www.lunarv2.com - Spot Tidur Depan Kedatangan
Terdapat kursi yang berjajar dengan alas karpet yang bisa digunakan untuk tidur, tenang aja lu gak akan sendirian tidur disana sebab backpacker dari berbagai negara pun selalu ada yang tidur disana, kalo misalkan risih ? lu bisa tidur diantara kursi atau tidur di pojokan dengan tas sebagai penghalangnya, lebih Private kan ? Tapi jangan harap ada colokan listrik buat nge-Charge sebab udah ada yang namanya Charging Station  yaitu tempat khusus mengecas, ntar baca aja deh dibawah. Kelebihan Spot tidur ini tidak jauh dari Charging Station juga Toilet.

2. Spot Tidur Dekat Subway Food

Tempat ini gak berbeda jauh bentuknya dengan Spot Tidur  sebelumnya dan jaraknya lumayan deket sama Spot Tidur sebelumnya cuman terhalang 1 bangunan dekat tangga, yang membedakan adalah di Spot Tidur ini gak ada kursi berjejer, jadi ini Pure tempat tidur ! Fasilitas yang ada di tempat tidur ini adalah karpet yang luas, Backpacker Gembel pasti suka banget sama Spot Tidur ini ! pasti, gue yakin banget !  Gue ngomong gitu bukan tanpa alesan, sebab banyak Backpacker tidur disana sampe ada yang skat tempat pake koper dan tas juga bawa galon, iya galon.. udah kayak rumah sendiri ! Tapi tenang aja tempatnya luas banget kok dan tempat tersebut ramai ketika mulai jam 1 malam.

www.lunarv2.com - Spot Tidur Dekat Subway
Namun kelemahan dari tempat tidur ini lumayan jauh dari Toilet kalau dibandingkan dengan Spot Tidur sebelumnya, namun buat colokan ada depan Spot Tidur (belakang gambar ini). Pokoknya keliling-keliling aja deh, gak jauh kok dari Spot Tidur deket kedatangan.



3. Spot Tidur Atas Departure

Gue sulit jelasin nama tempatnya, tapi yang jelas gampang nemuinya. Tinggal naik aja ke Lt.3 tempat keberangkatan kalo bahasa Upin Ipinya itu Pelepasan, nah nanti bakal nemu pengecekan tiket disamping tempat cek tiket keberangkatan ada eskalator buat ke lantai atas, disana bakal ada tempat makan, main game (bayar ya), Surau atau Mushola  juga Toilet nah di daerah itu banyak ruangan yang terdapat kursi berjejer tanpa skat jadi bisa tidur nyaman, ditambah lagi adanya TV dengan Film BoxOffice yang keren tiap ruanganya, keren ! ada juga colokan buat Nge-Charge (usahakan bawa colokan 3 kaki).


www.lunarv2.com - Lantai Atas Gerbang Pelepasan
Waktu nobar sebagian kursi dipindahin dulu, tapi sebenernya disini tempat istirahat dan ada beberapa ruangan lagi. Menurut gue ini Spot paling enak buat tidur di KLIA2 soalnya udah deket sama toilet, restoran, colokan ditambah fasilitas TV dan yang gak kalah penting adalah tempatnya yang sepi. Pokoknya Backpacker Gembel mah udah kayak surga nih tempat. Kalau yang besoknya mau berangkat dan nginep di KLIA2, tempat ini Recommend banget buat tidur.

Fasilitas

1. Toilet


www.lunarv2.com - Toilet
Sengaja gue tempatin di nomor 1 soalnya penting buat lu yang sering beser. Kalo toilet udah jelas sih sebab ada papan petunjuk arahnya, tapi ada beberapa tempat yang memang jauh dari Toilet dan gak terdapat petunjuk. Gue rinci aja ya buat Toilet yang setau gue.
  • Dekat pintu keluar kedatangan (Arrival), mau belok kanan atau kiri juga sama aja ada toilet.
  • Dekat KFC Lt.2, dari kedatangan lurus aja terus entar bakal nemu KFC ada gang masuk aja, disitu juga terdapat Mushola/Surau.
  • Di lantai atas Gerbang Keberangkatan Lt.3, yang tadi kata gue Spot Tidur di lantai atas pengecekan tiket, udah naik eskalator belok kanan atau kiri pun ada Toilet, kalau Surau belok kiri.
Nah itu yang sejauh ini gue tau, belum sempet Explore semuanya sebab cuman numpang tidur doang dan waktu dateng capek banget. Untuk Toilet bersih banget dan ada tempat buat nyimpen tas di dalemnya, juga udah disediain keset karet didalem toiletnya. Ada WC duduk juga ada WC jongkok jadi tinggal milih aja. Recommend buat Backpacker Gembel yang suka mandi di Toilet soalnya ada selang air buat cebok.

2. Charging Station/Colokan

Hal Vital yang mendukung kesombongan Backpacker, kalo gue sih kagak. Sebelum gue kasih tau tempatnya yang harus lu lakukan adalah bawa Ekstensi listrik 3 kaki, kebanyakan orang suka lupa bawa Ekstensi 3 kaki yang akhirnya pada nebeng ke orang lain, modal dikit lah Backpacker juga jangan nebeng mulu. Biar To The Point gue list aja ya.

  • Dekat Toilet Kedatangan, mau belok kanan atau kiri setelah gate kedatangan ada kok colokan, kalo yang sebelah kanan dari gate kedatangan ada dekat eskalator, letaknya sebelum toilet depan gerbang kedatangan domestik/antar bangsa.
  • Dekat Spot Tidur Subway, yang sebelumnya Spot Tidur yang gue bahas di depanya ada colokan listrik merek SIM lokal Negara tersebut. Jadi lu tinggal cari benda yang bentuknya kayak lemari dekat Spot Tidur itu lalu tinggal colok aja, dan kalau gak salah coloknya harus pake Ekstensi.
  • Daerah cetak tiket Lt.3 keberangkatan, di daerah dekat keberangkatan ada beberapa colokan yang terdapat pada pilar-pilar
  • Area Tunggu diatas gerbang Keberangkatan, disetiap ruangan terdapat colokan di dinding-dinding bawah namun ada beberapa yang tidak berfungsi. 
  • Di dekat gate-gate keberangkatan setelah imigrasi, kalo ini letaknya didalem setelah imigrasi, bisa nge Charge lah sambil nunggu gate check-in dibuka.

3. Air Minum Gratis

Kesegaran HQQ apalagi Gretong, ternyata ada di KLIA2 juga air minum gratis dan letaknya lumayan tersembunyi. Saat traveling udahakan membawa botol air, menurut gue itu adalah hal yang wajib sebab pikirkan sendiri aja. Nah setau gue di KLIA2 itu cuman ada 1 tempat air minum gratis, kalau yang bayar banyak. Letaknya ada di Toilet Lt.2 tepatnya setelah keluar dari Gerbang Kedatangan belok ke Toilet arah Kiri nanti di Toilet bakal nemu dispenser yang isinya air dingin, air biasa dan air panas, juga udah disediain cup buat minumnya. Sorry gue lupa take gambarnya.

4. Timbangan

www.lunarv2.com - Timabangan
Nah kalo ini sih pas masuk ke Lt.3 keberangkatan lirik kanan aja, terus aja ampe mentok. Ada di jajaran Check-in bagasi sebelah kanan dan ada tulisan Penimbangan Berat Bagasi, ingat letaknya dekat Check-in Counter sebelah kanan dari arah masuk. Nah itu buat jaga-jaga biar tau berat barang yang dibawa, masa iya sih Backpacker Gembel kelebihan beban dan harus beli bagasi On The Spot. Kalo gue sih pede aja gak bakal lebih dari 7 Kg cuman bawa ransel doang, emang Backpacker cuman bawa apa sih ? paling juga sempak kotor doang di kantong. 


Coba lu langsung hafalin tempat-tempatnya, jadi pas lu dateng kesana langsung tau tempat yang harus dijajah sebelah mana aja, bener ga mbel ? Usahakan bawa colokan 3 Kaki dan Botol air ketika mau ke Malaysia, jadi siap Ngegembel ke Negeri orang Mbel ? itu beberapa tempat yang gue ketahui kalo ada tempat-tempat tersebut yang belum gue sebut silahkan tambah aja di kolom komentar.

CMIWIWWW.....



Friday, 10 August 2018

Review Kereta Bandara Soetta dan Stasiun BNI City Indonesia

Ketika orang lain udah pernah nyoba yang namanya kereta bandara, gue udah coba nyicipin ketoprak mang ihin, serius. Waktu gue bokek ada ribut-ribut di tv yang katanya peresmian kereta bandara dengan nama panggilan Railink, keren juga namanya lu tong ! yang pas baru pertama banget keluar harganya tiketnya Free alias Gretong. Makin kesana makin naik harganya dan terakhir 70.000.

Kebetulan banget bandara buat berangkat gue di Soekarno-Hatta jadi nyempetin deh buat Review kereta bandara yang katanya sih paling bagus dari kereta lain pas waktu itu.

Stasiun BNI City / Sudirman Baru 

www.lunarv2.com - Kereta Railink
Sebelum ke keretanya coba liat dulu stasiunya. Kesan pertama saat liat tampilan luar Stasiunya kayak belum jadi gak tau kenapa, mungkin karena masih banyak tempat yang belum ditata luarnya. Untuk jarak dari Stasiun Sudirman dan Stasiun BNI City itu berdekatan, gak terlalu jauh sekitar 200m dan udah ada jalan kecil yang menghubungkan antar Stasiun, lu bakal menyusuri samping rel KRL ketika akan ke Stasiun BNI City dari Stasiun Sudirman kalo bingung liat aja petunjuknya karena udah jelas terpampang arah menuju Stasiun BNI City. Dan perlu diingat kalo naik KRL mau ke BNI City turun di Stasiun Sudirman dan tinggal sedikit jalan, soalnya KRL biasa gak ada yang berhenti di Stasiun BNI City.

Pertama masuk gue disambut senyum ramah petugas disana dan hampir semua petugas menurut gue ramah banget, ya beda lah sama stasiun lain. Sampe Claning Service juga demikian, oke berarti udah jelas ya untuk keramahan 9 bintang dari gue.

Kesan saat masuk ke Stasiunya menurut gue nih megah banget, saking megahnya cuman ada beberapa orang yang berkeliaran didalem Stasiun itu pun kebanyakan petugas yang sedah bersih-bersih maka gak heran kalo Stasiun ini bersih banget dan beda dari Stasiun lainya.

www.lunarv2.com - Stasiun BNI City

Bagaimana cara membeli tiket disini ?

Channel Pembayaran Railink
Gampang banget menurut gue, sebab ada mesin tiket untuk membelinya. Ingat disini gak bisa bayar secara Cash harus via T-Cash, E-Money, Credit Card ataupun Debit Card. Saat pembelian akan ada jadwal kereta lalu sisa Seat, tapi kalo menurut gue beli On The Spot juga gak bakalan kehabisan Seat soalnya masih jarang ada yang naik, mungkin pas datang waktu hari kerja. Selain pembayaran via diatas ada juga via booking online lewat aplikasi Railink.

www.lunarv2.com - Mesin Tiket
Gue coba bayar dengan menggunakan E-Money besutan BRI yaitu BRIZZI, tap di scanner putih dan beres. Setelah bookingan dibayar maka akan keluar tiket dengan sendirinya, setelah itu tunggu jadwal keberangkatan dan bakal dipanggil sesuai jam keberangkatan, usahakan 15 menit sebelum berangkat stay dulu di deket gate.

www.lunarv2.com - Beberapa Metode Pembayaran

Bagaimana fasilitas BNI City ?

Kalo fasilitas sebenernya biasa aja tapi lumayan nyaman, yang pertama gue liat itu terasnya yang kinclong banget lalu ada galleri gambar tentang jakarta, banyak kursi untuk santai menunggu serta kaca bangunan yang besar sehingga bisa santai melihat View Jakarta, Charger Station terletak di area Mesin Tiket, adanya Information Centre, Toilet yang bersih serta Cafe dan di lantai bawah.

www.lunarv2.com - Toilet
www.lunarv2.com - Wastafel
www.lunarv2.com - Cafe
www.lunarv2.com - Information Centre
www.lunarv2.com - Gallery
www.lunarv2.com - Charging Area
   Kereta Bandara / Railink

www.lunarv2.com - Railink
Di awal kereta datang tepat waktu, karena keretanya terbilang baru maka terlihat bagus dan berbeda dari kereta lainya. Awal masuk langsung merasakan sejuk gerbong dan pastinya gak bau, jarak antara kursi juga tidak terlalu dekat sehingga bisa berjalan dengan mudah, kalo menurut gue tapi karena ukuran badan orang beda-beda maka bisa terbilang jarak yang relatif. Bila membawa ransel maka bisa disimpan di tempat penyimpanan barang yang terdapat disamping atas, kayak kereta Konvensional gitu lah, untuk posisi tempat duduk dalam kereta berformasi 2-2 dan ada yang saling berhadapan yaitu hanya ditengah gerbong, semakin kebelakang tempat duduknya mengikuti posisi yang tengah. Bahan tempat duduk terbuat dari kulit sintetis dan emang nyaman saat duduk, diantara kursi ada colokan untuk Charge hp dengan tipe USB untuk socketnya. Jendela kereta terdapat Sun Shield agar tidak silau atau panas tetapi menurut gue jika tidak ditutup pun tak apa, karena kaca sudah dilapisi Film yang tidak membuat panas serta silau pada penumpang. Selain itu terdapat hiburan berupa layar tv, terdapat CCTV untuk menunjang keamanan juga informasi kecepatan kereta.

www.lunarv2.com - USB Charger
Waktu gue naik penumpangnya cuman ada sekitar 10 orang di kereta jadinya bisa ngacak kursi, untuk kursi tidak ada aturan khusus harus duduk dimana karena tidak terdapat Seat Number pada tiket, jadi ya bebas mau duduk dimana juga. Durasi dari BNI City ke Bandara Soetta sekitar 45 menit, itu terbilang lumayan cepet, mungkin karena mengutamakan kenyamanan sehingga kereta tidak begitu cepat dalam melakukan perjalananya, emang nyaman banget sih karena gak terlalu cepet juga bawanya jadi bisa menikmati view yang ada diluar dengan nyaman apalagi saat mau masuk ke area bandara view nya bagus berlatar Bandara Soetta dan pas disamping lapangan pacu pesawat.

www.lunarv2.com - View Railink
Ada hal yang tak kalah penting yaitu Toilet, dalam Railink ini juga tersedia toilet dan sempet cari tetapi ternyata letaknya lumayan jauh kalo dari gerbong tengah soalnya Toilet ini terdapat di gerbong yang menyatu dengan kepala kereta jadi ya harus jalan dulu dari tengah. Pintu Toilet lumayan susah dibuka dan harus sedikit dipaksa selain itu toilet nya juga kecil jadi jangan bawa ransel atau koper apalagi gak boleh lah soalnya sempit, bawa ransel juga bikin ribet saat masuk. Saat dicoba semuanya berfungsi dengan baik mulai dari Kran, WC, saluran pembuanganya. Untuk yang membawa bayi dan ingin mengganti popoknya di toilet juga terdapat tempat mengganti popok bayi, jadi ada kayak meja yang dilipat berguna untuk tempat mengganti popok bayi.

www.lunarv2.com - Toilet Railink
Kesimpulan

Overall menurut gue udah keren untuk kereta yang baru pertama Rilis, tapi dengan harga yang menurut gue lumayan mahal itu harusnya ada fasilitas lain yang bisa didapat kalo memang ingin tetap di angka 70.000 , bagusnya juga penumpang diberi Snack dan Air untuk menemani saat perjalanan dan gak usah yang mahal-mahal juga gak apa-apa yang penting ada Konsumsi untuk penumpang atau adanya Wifi sehingga harga 70.000 bisa maksimal dalam pelayanan. Jujur nih karena kereta bandara ini sepi penumpang jadi berasa kereta Pribadi, bagus juga buat yang Bisnis, mengutamakan kenyamanan atau keluarga yang bawa anak karena bisa bebas tanpa harus menghiraukan yang lain. Kalau ada yang membingungkan bisa komen dibawah aja. 

Saturday, 4 August 2018

Salah Penempatan Given Name Saat Booking AirAsia, Perbaiki Atau Jangan ?
Euforia gue sekejap menghilang gara-gara salah input Given Name AirAsia. Kalo salah input Nama, Tanggal Lahir atau Jenis Kelamin sih wajar dan udah jelas itu disebut salah ! nah ini salah nempatin nama doang di Given Name AirAsia, tanggung ? iya pake banget ! tanggung banget mau dibenerin juga, mana dapet kursi gretong lagi ! Waaaa... Tidak... ! Mampus gue kalo hangus gara-gara salah tempatin Given Name. Masalahnya gue punya 3 suku kata yaitu RIZKI RAHMATULLOH SUKMANA (biar jelas) dan di form untuk input nama cuman ada 2 kolom yaitu Given Name atau nama depan dan Surname atau nama belakang karena nama gue 3 kata jadi bingung kan ? dan gue masukin nama depan di Given Name dan nama tengah serta belakang di Surname yang gue rasa itu salah.

Sebelum ngisi Given Name sih emang udah ragu antara nanya dulu ke Forum atau langsung isi, tapi si waktu menyandra kursi gratis gue yang mana kalo gue nanya dulu di Forum belum tentu langsung ada yang respon dan bisa jadi kursi gratis alias gretong gue ilang, tapi kalo gak nanya bisa ilang juga kursi gratis gue ! jadi bisa dibilang antara ada dan tiada deh. Yang akhirnya gue lebih memilih nyelametin pacar *ups maap dampak maming* Tiket Gretong. Permasalahanya kursi tinggal 1 dan jatuh di tanggal yang pas banget !

Akhirnya gue tang ting tung aja moga-moga bener dan setelah dibayar gue penasaran tentang memasukan Given Name yang benar pada AirAsia, tanya di Forum dan ternyata ? gue salah nempatin Given Name ! Ya allah ! Setelah itu karena gue berharap ada yang membela gue tentang kesalahan ini maka gue nyari informasi lagi di tiap Forum, Website dan Call Centre. 

Pertama cari jawaban di Forum

 

  

Dan akhirnya masalah gue makin membingungkan karena malah banyak argumen antara biarin dan benerin ! dan ada yang debat juga. Gak menemukan jawaban yang pasti dari Forum maka akhirnya gue searching lah di google. 

Kedua cari jawaban di Website



Dan nemu blog yang membahas tentang kesalahan input nama di form booking  AirAsia, coba nanya di blog yang mungkin Authornya gendut karena namanya Omnduut. Dan gue dapet pencerahan di Blog ini, hampir setengah kegalauan gue ke dia* hilang, tapi rasa was-was masih ada nih 50% lagi. dan gue pun udah lumayan tenang tetapi nyari lagi deh pencerahan.


Ketiga cari jawaban dengan Telpon langsung CS

Kalo yang ini gak ada gambarnya, ya iya lah orang gue nelpon gimana Screen Shoot nya. Pertama gue hubungi nomor telepon Hotline 0804-1333-333 yang mana pas gue telpon sibuk mulu isinya, ah sue ! Gak nyerah disitu langsung gue nelpon lagi ke nomor lainya yaitu 021-292-70-999 yang mana gue duga ini nomor kantor, sedangkan gue gak punya telepon rumah dan akhirnya gue paketin dulu pulsa gue. Tapi ternyata sama aja malah sulit dihubungi, ah kecemasan nambah deh jadi 65%

Keempat cari jawaban dengan Chat langsung CS lewat FB



Nah kalo ini gue dicampakan, sampe artikel ini diterbitkan gue GAK DIJAWAB ! lebih parah daripada dicampakan gebetan ! males kan akhirnya gue, cari lagi aja deh...

Keempat cari jawaban dengan Chat langsung CS lewat Twitter

 

Awalnya gue bingung sama Akun AirAsia yang mana sih buat nanya ? dan akhirnya ketemu yang ada ceklis biru, berarti udah verif nih. Gue coba tanya tentang kegalauan gue kepada si dia, dan selang beberapa menit eh dijawab ! Fast Response Banget ! Pedahal ini akun Support Global tapi cepet banget jawabnya. Dan Subhanallah ! Jawabanya buat gue ceria lagi bagai Teletubbies belum makan ! Akun AA menjawab tidak akan ada masalah jawabnya. yaudah deh gue biarin aja tiket gue gak dibenerin dan kegalauan gue turun menjadi 5%, rasa takut tetep ada donggg.... namanya juga traveling, kejadian tak terduga selalu ada.

Hari-H (D-Day)

Hari keberangkatan gue coba ke Counter AA dan ternyata gak masalah sama sekali, kegalauan gue turun jadi 2,5% kenapa masih ada ? kan gue belum pulang ! dan pas pulang juga gak dipermasalahkan pedahal gue berada di markas AirAsia yaitu KLIA2 yang terbilang Cermat kalo soal tiket, berarti gak apapa dong !!! yang akhirnya kegalauan gue hilang !

Jadi intinya, cara pengisianya itu adalah jika lu memiliki 3 kata dalam nama maka isi Given Name dengan nama depan dan tengah lalu Surename dengan nama Belakang lalu kalo lu terlanjur salah isi Given Name dan kasusnya persis kayak gue, maka gak usah panik diemin bae, ngopi-ngopi bae lah.. gak akan jadi masalah kok, tapi perlu diingat, salah dalam penempatan doang kalau salah dalam Spelling atau Ejaan mau gak mau harus telepon dulu CS AA lalu email AA ke Indonesia-suppdoc@airasia.com sesuai intruksi di telpon nantinya. Jangan lupa juga bawa duit lebih jikalau kena apes, karena traveling itu penuh dengan misteri.

Saturday, 28 July 2018

Pengalaman Backpacker Sendiri Ke Malaysia Dengan Berbagai Kekonyolan, Kebodohan dan Penipuan (Bagian 2)


Kenapa gue bikin kedalam 2 Part ? ya karena terlalu panjang lah kalo di 1 Part-in nanti kayak Skripsi yang gak kelar-kelar dong, udah gitu aja. ini bagian dimana gue kena Scam bertubi-tubi disarankan sebelum baca cuci kaki, cuci tangan terus gosok gigi ! udah ? sip !

Day 3 

Agenda gue tidur setelah sembahyang subuh di Hostel, males banget ya gue orangnya ? *emang !* ngapain juga dah gue bangun pagi-pagi jam 6 terus olah raga gitu, sekitaran KL ? alahhh... capekkkk, mending gue bayar orang lain buat olahraga pagi-pagi buta. Lagian jam 6 di Indonesia sama di Malaysia tuh beda jauh, disana jam 6 pagi masih gelap kayak jam 04.30 di Indonesia, ya sebenernya itu alesan klasik gue buat tidur lagi dan plis jangan ditiru.

Bangun tidur gue liat hape, banyak pesan whatsapp belum dijawab.

"semua mahasiswa teknik informatika nanti jam 9 ada sosialisasi kerja praktek" salah satu isi pesan WA gue. Alah bodo amat !

Dan waktu menunjukan jam 9 pagi. Tengok kanan-kiri tapi di kamar Dorm gue udah gak ada siapa-siapa karena kebanyakan temen kamar gue udah pada Check-out pas hari kemaren ditambah insiden AC mati yang membuat kamar udah kayak sauna, sedih pokoknya. Gue bertahan di kamar yang panas karena males buat ngeluarin duit cuman untuk merem sebentar doang.

Lanjut itu gue mandi dulu karena gerah banget gara-gara peristiwa pemanasan global, mandi.. mandi.. mandi.. dan beres deh. Alarm hape gue bunyi menandakan makanan gratis dibawah udah siap, gak pake pikir panjang langsung capcus kebawah. Baru sampe tangga lobby telinga gue kemasukan bahasa Indonesia yang sumbernya dari bawah, sontak gue penasaran dan ternyata TKI orang Indonesia lagi buat forum ilegal yang tanpa persetujuan gue, karena gue juga orang Indonesia dengan jiwa Nasionalisme maka gue ikut gabung aja.

"Hey boleh ikut gabung gak ?" tanya gue dengan lemah lembut bagai quda.
"oh boleh silahkan, dikirain cuman sedikit orang Indonesia disini" jawab si bapak pemburu Mini Copper
"sebenernya banyak pak, tapi udah pulang sebagian" kata gue sambil masukin roti ke panggangan
"darimana asal ?" kata pria tampan dan pemberani samping gue
"dari Ciamis, kenalin rizki" kata gue sambil nyodorin tangan bekas iler
"oh iya saya Feri dari Bekasi" kata pria tampan menurut emaknya itu

Ada lagi cewek yang baru dateng sendirian dan belum Check-in tapi berani nyelonong makan-minum didalem Hostel, gue tanya aja karena penasaran.

"saya rizki, mbak sendiri ? dari mana asal ?" tanya gue sambil liat koper ilegalnya
"iya sendiri. Anisa, dari brebes.. mas darimana  ?" jawabnya
"dari Ciamis" kata gue

Dari perkumpulan itu akhirnya perjalanan gila yang diharapkan mungkin oleh Christopher Johnson McCandless pun dimulai. Karena jadwal trip gue sebenernya udah abis maka keluar niatan buat Traveling bareng mereka aja.

"Pada mau kemana nih ?" tanya mas Feri 
"Gak tau, jadwal udah abis nih. Pada mau kemana ? gue join ya ?" gue berharap mereka jawab iya.
"Mau nge Laundry sebenernya sekarang" jawab mbak Anisa
"Gimana kalo ke Putrajaya ?" jawab mas Feri
"Oke, tapi nge Laundry dulu" jawab mbak Anisa

Karena gue gak pernah nyuci selama di KL jadi ngikut aja deh mereka mau kemana juga, sekalian cari makan yang murah katanya, "katanya". Kita bertiga pun mulai jalan dan sebelum itu gue Checkout Hostel dulu dan nitipin tas sampe waktu yang tak bisa ditentukan. Karena gak tau tempat nya jadi gue ngikutin aja kayak anak ayam, pertama lewatin dulu Kasturi Walk dan ternyata gak jauh dari Kasturi ada tempat Laundry disamping yang katanya makanan murah itu.

www.lunarv2.com - Tempat Laundry
Kedai Dobi itu nama lain dari Laundry, masuk ke tempat Laundry dan terlihatlah mesin cuci berjejer rapih, *crenceng... ceng.. ceng.. ceng..* saat masukin uang ke penukaran uang kertas jadi koin. Satu-persatu koin dimasukan kedalam lubang koin, karena masyarakat Indonesia gak mengembangkan budaya membaca akhirnya salah langkah. yang harusnya buka dulu pintu mesin cuci nya terus masukin baju dilanjut koin, nah ini malah koin duluan dimasukin yang alhasil jadi bingung dan mesin gak bisa dibuka. Namun setelah lumayan lama nunggu, penjaga datang buat ngebantu.

www.lunarv2.com -  Mesin Laundry
Sambil nunggu beres kami makan dulu di Tajudin tempat makan yang katanya murah itu, tapi bener murah sih menurut gue dan yang terpenting tanpa Scam, camkan itu wahai backpacker. Untuk lauk-pauk bawa sendiri dan gue bawa yang paling murah yaitu ayam goreng dengan harga 7rm juga gak beli air soalnya bawa botol minum dari hostel, biar ngirit ! gak ada alesan lain. Ini restoran deket Kasturi Walk dan Recommend banget buat backpacker tapi sayangnya sebelum jam 6 sore udah tutup. 

www.lunarv2.com - Restoran Tajudin

www.lunarv2.com - Ngambil Makanan Sendiri

Setelah melaksanakan tugas mulia akhirnya balik ke hostel dulu nganter si mbak buat nyimpen baju cucianya.

"Okeh lanjut ya sekarang ?" Tanya mas Feri
*klentreng !* hape gue berdering
"eh emang panadol Indo sama Malay beda ya ?" Tanya gue 
"Iya beda, kenapa lu sakit"
"Enggak, ini ada yang nitip oleh-oleh Panadol" Jawab gue malu-maluin.
"HAHAHA!!!, orang lain nitip coklat, baju, asesoris lah ini nitip Panadol"
bener juga nih, gak sekalian ubi cilembu aja ya ? pikir gue
"jadi dimana belinya ?" tanya gue nutup kebegoan
"di Guardian nanti ada"

Setelah perbincangan yang memalukan turunan gue, akhrinya kita beli oleh-oleh teraneh itu dan lanjut ke Pudu Raya Central Bus buat naik Bus ke Putra Jaya karena kalo naik KLIA Express itu mahal, backpacker nyari yang murah aja deh.

"Bus nya yang mana sih ?" tanya gue
"Nomor 500" jawab mas Feri
"Bayarnya bisa cash ?" gue curiga
"Bisa" jawab mas Feri dengan yaqin

Karena bingung bus nya dimana jadi nanya petugas dan ternyata ada di samping Mydin Market, capcus langsung naik lah. Tapi kok gak sebagus Rapid ya ? bodo amat deh. Kami pun naik dan

"Tak bisa bayar cash, harus milik ni card" kata sopir
"nah loh" gue nimbrung
"yaudah deh beli disini" jawab mas Feri

Akhirnya kita pun beli dengan polosnya, gue duduk dan lirik kanan-kiri hingga gue sadar gak ada penumpang lain selain orang India semua, buset nih bus udah kayak imigran di film Man In The High Castle. Karena kami penasaran akhirnya ngitung harga tiket itu dan ternyata, anjay ! mahal amat ! Kita naik bertiga dihitung 4 orang, ah gila kena Scam lagi pantesan gue liat 4 Struk yang 1 lagi malah diumpetin di pantatnya sopir. bangke nih bus ! Kami bertiga pun saling lirik dan melampiaskan kekesalan dengan ngelantur gak jelas, udah fix kena Scam lagi !

www.lunarv2.com - Bus KL - Putrajaya
"kata lu gak pake kartu" sewot gue
"iya, kata nih artikel gak pake" jawab mas Feri
"taun berapa tuh artikel ?" gue makin penasaran
"tauuuuuunnnn.... 2016" jawabnya
"eh buset, udah lama dong..." akhirnya kejang-kejang.

Perjalanan memakan waktu sekitar 1 Jam, gak tau kalau macet. Dan sampai lah gue di terminal Putrajaya yang sepi dan gak mengasyikan. Sumpah gue baru liat terminal sepi banget dan langsung kepikiran sama kota mati Chernobyl, masa iya terminal cuma beberapa orang, bersih, sedikit bus, gak ada cangcimen, gak ada pengamen, gak ada calo ? masa coba ? gak asik banget.

www.lunarv2.com - Terminal Putrajaya
"Jadi naik bus yang mana nih ?" tanya gue dengan siaga
"naik bus platform 15" jawab mas Feri
"ini mana sopirnya ya ?" gue clingak-clinguk
ya elah ternyata sopirnya lagi ngerumpi dulu.

Akhirnya karena bahan rumpi sopirnya udah abis dan kurang duit maka sopir langsung narik bus ke Putrajaya, dijalan semua terpesona karena baru liat daerah megah dengan sedikit mobil, gak ada pejalan kaki, langka motor dan jalanan super luas. Apalagi mbak Dewi sampe bengong-bengong, *jessss..* dan setelah memakan waktu sekitar 20 menit akhirnya sampe di Masjid Putra yang terletak di pusat Putrajaya, gue turun dan heran karena sebenernya gue lagi di Dubai atau Malaysia ? tempat super luas tapi sepi banget, Mencekam !

Gue turun depan lapangan yang berdirikan tiang-tiang tinggi pengibar bendera-bendera negara bagian Malaysia lalu depan tiang itu ada Iconic I Love Putrajaya. Hmmmm... menarik nih buat jadiin latar yang Instagramable,cerdas ! Tak lama setelah keliling lapangan tersebut barulah adzan ashar yang berkumandang puku 16.30 ! What ?! Mungkin kalo di rumah Salat jam segitu udah bisa ditebak bakal di Smackdown ama emak ! dan dari situ gue kepikiran pingin ngajak emak ke Malaysia biar bisa merasakan sensasi Salat Ashar jam 16.30, keren juga kayaknya wahaha..!

www.lunarv2.com - Iconic Putrajaya
Awalnya gue kira Masjidnya yang pinggir jalan tapi ternyata Mahkamah Umum, kalo selintas sih bangunan disana hampir semuanya kayak Masjid soalnya atap tiap gedung memiliki kubah. Ya, gue pun masuk ke Masjid Putra yang sangat megah, di dekat gerbang utama ada tangga yang menurut petunjuk adalah tempat wudhu dan toilet, ya gue sama mas Fahmi pun turun kebawah karena disana tempat solat laki-laki sama perempuan dipisah jadinya gak bareng sama Mbak Anisa. Turun kebawah menurut gue ruanganya lumayan apa ya ? gak nyaman gitu deh.. soalnya Gelap dan cuman diterangi lampu terus luas banget ! perlu jalan lumayan jauh ke toiletnya dari tangga pertama kita turun dan kesan pertama yang terlintas di benak gue ini lantai bawah tanahnya kayak lantai bawah tanah Kastil di film horor !

Terkjeoet pertama liat tempat wudhu nya yang banyak banget ! ngejajar, berbaris, berbanjar *semua sebutin* lalu penasaran liat WC nya dan hampir sama kayak tempat wudhu, banyak ! kalo WC nya sih ada WC duduk ada juga WC jongkok dan modelnya gak jauh beda sama KLIA2 dengan selang boat cebok di samping WC tapi gak ada kesetnya. Udah wudhu balik lagi ke atas, karena halaman mesjid luas banget, kalo kasarnya gini "tempat wudhu di deket gerbang dan tempat solat jauh harus lewat lapang dulu" dan kekonyolan kami keluar lagi

www.lunarv2.com - Halaman Masjid
"ini sepatu dipake atau simpen disini sih ?" tanya gue sambil nunjuk rak sepatu
"disini kayaknya" kata mas Fahmi tanpa bumbu artikel
"yaudah ayo kita nyeker aja" kata gue sambil jalan ke tengah lapang
"iya yuk" jawabnya sambil jalan juga
"eh.. eh.. eh.. bentar, itu orang lain juga pake sandal sepatu" tunjuk gue ke pengunjung lain
"jadi gimana ? lanjut aja deh..!"
"yaudah lanjut... eh tunggu bentar gue ambil sepatu aja deh !" karena gue takut sepatu ilang
"jadinya gimana sih ?!" sambil ikutin gue ambil sepatu
"dah lah bawa aja" jawab gue kepalang bingung

www.lunarv2.com - Dalem Masjid Putrajaya
Dari awal udah gue duga kalo isi Masjidnya bakal gede, ya iya lah luarnya juga gede ! Beres solat selonjoran dulu dan saat gue liat ke kanan ternyata ada orang lagi wudhu !

"Lah ngapain tadi wudhu dibawah tanah yang jauh dan kayak ruang isolasi di film doraemon !"

Beres selonjoran kita penasaran sama Mbak Anisa yang takutnya nyasar ke rumah Bupati Majalaya, maka kita langsung keluar buat nyari Mbak-mbak penjual lengko itu. Baru aja keluar dari masjid ada orang berjubah merah yang nyamperin kita, ternyata Mbak Anisa yang pake mukena yang modelnya kayak Pelajar Hogwarts Harry Potter, tapi bedanya yang ini kelelep ama jubahnya. Dikirain cewek doang yang dikasih ternyata cowok juga dikasih pinjem, dikasih pinjem ya.. bukan dikasih !  juga Turis-turis yang bajunya kurang bahan juga wajib pake jubah itu kalo mau wisata di masjid Putrajaya, ya intinya harus sopan lah kalo ke tempat suci.

Sambil jalan-jalan gak sengaja liat taman yang sepi, karena Mas Feri dan Mbak Anisa berjiwa petualang maka gue mau gak mau jadi buntut lagi. Kami bertiga duduk di Taman dengan Danau di depanya, cahaya Sunset memantul di tepian danau seakan hari itu hari terakhir berpetualang, sampai akhirnya momen itu terganggu oleh

"Semuuuuttttt.... Ihhhhhh... Banyak semuttttt....!!!!!" Mas Feri jingkrak-jingkrak breakdance.
"Iya ih banyak semut !!!!" Kata Mbak Anisa yang digulung semut
kalo gue mah biasa aja, saking manisnya jadi udah sering digulung semut.
"ohh.. gue tau..ini nih penyebab taman ini sepi, banyak semut !!!" tawa gue sampe sakit perut
"yaudah yuk balik !" kata mbak Anisa

Insiden itu mengingatkan kami pada waktu pulang, jam setengah 7 sore kita berniat pulang karena keadaan masih terang disana. Sampai akhirnya

"Bentar, kalo bus ke KL sampe jam berapa ?" tanya gue siaga level 3
"Jam 10 malem, kalem aja" jawab mas Feri
"Jangan bilang lu tau dari Artikel" jawab gue
"Iya gue tau dari Artikel, ehhh... gak tau deh kalo bus lokal dari Putrajaya ke Terminalnya" jawabnya linglung
"Nah kan, gak kapok.." sudah kuduga..
"Bentar tanya pusat informasi dulu" jawabnya

Kebetulan didepan gue ada pusat informasi turis, tapi sebenernya gue tau itu udah tutup makanya gak ikut nyamperin kesana, mending gue jaga bus lah takutnya lewat kan bahaya.

"gimana ?" teriak gue dari sebrang jalan
"udah tutup !" jawab mbak anisa

nah kan bener kata gue juga, dan dari saat itu keadaan mulai mencekam karena hari mulai semakin gelap, lebih mencekamnya lagi adalah penerbangan gue ke Indonesia besok pagi-pagi banget ! dan sekarang masih terjebak di Putrajaya terpisah sama tas gue yang ada di Hostel KL, mampus dah gue kalo bus terakhir udah lewat gak bisa balik ! Tapi tuhan masih menyayangi hambanya yang terkadang gak nurut ini.

"woy tu bus nya ! ada ! " teriak gue sambil nunjuk bus yang baru nongol segede upil saking jauhnya
"Oh iya, bener gak nomornya ?"
"iya bener !"

Makin deket bus nya dan gue kejar.. takutnya sopir bus gak berhenti karena melihat disamping gue ada 2 mahluk aneh yang berkeliaran. Akhirnya bus berhenti di pemberhentian karena sang sopir masih punya belas kasihan ke kita selaku turis gembel yang gak ngaruh sama sekali ke Devisa Malaysia, akhirnya bisa baliiiikkkk !!!. Sampe terminal Putrajaya dilanjut Bus ke KL nomor 500 dan dijalan kita adalah rombongan paling berisik yang duduk di kursi paling belakang. Perjalanan ke KL lebih cepat daripada waktu tadi berangkat ke Putrajaya, sebelum ke Hostel kita berencana merayakan kembungnya perut dengan makan di Pasar Seni, pertama kita liat dulu ke Food Court di dalem Pasar Seni tapi karena gak ada makanan Thailand kesukaan Mas Feri akhirnya nyari keluar dan menemukan Restoran yang bisa dibilang ke arab-araban tapi jualan makanan India juga. Disini mulai lah tipu menipu lagi.

"Pak Cik, saye nak Nasi Lemak" kata gue sambil nunjuk menu, karena murah harganya 7rm
"oke" jawab pelayan
"tapi macam ini kan ? tak beda?" tanya gue lagi sambil nunjuk gambar nasi lemak di menu yang berisikan ayam, kacang, teri, telur dan kari india *aneh banget kan ? nasi lemak pake kare India?*
"ya.. ya.. ya.." jawabnya

Karena murah dan Fix seperti itu akhirnya gue tambahin deh sama Teh Tarik itung-itung malem terakhir keliling KL, pikir gue. Mas Feri juga pada akhirnya mesan Nasi Lemak dan gue gak tau penyebabnya, sedangkan Mbak Anisa gue kurang tau pesen apa tapi kayak mie gitu..

"ephmm.. paling enak minum teh tarik nih" mas Feri sambil minum teh tarik dingin
"cobain ah teh tarik panas, udah coba yang dingin mah.." sambil gue nyeruput teh tarik
"eh apaan nih ? ini mah kopi nescafe !" rasa asing diluar ekspektasi gue
"bang ! ini bukan Teh Tarik !" teriak gue ke abang pelayanya
"owhh.. sorry..." kata pelayan sambil mengganti pesenan gue

www.lunarv2.com - Nasi Lemak
Pesenan datang dan malem itu kami semua menikmati makanan sambil nyantai karena kelelahan udah ngegembel ke negeri nan jauh dimato. Udah makan panggilan alam pun datang, mana gue udah Check-Out Hostel lagi, nyari WC pun gak tau dimana, tapi tanggung lah entar aja ngemis pengen numpang ke WC di Hostel soalnya tas gue juga disana, lanjut bayar. Karena mbak Anisa orang berada jadi pengikut gembel ditalangin dulu, setelah udah dibayar dan minta struknya.. lalu dihitung.. keluarlah angka setan yang mengeringkan dompet...

"Apa ? Gue makan total 13.5rm ? Teh tarik aja kan harganya 2.5rm !" Gue kaget
"Nah kan udah gue bilang, 7rm itu Nasi Lemaknya doang ! lu gak percaya sih.." Kata mas Feri yang kali ini ngomongnya faedah.
"Ini bener kan ?" gue memastikan berharap gak bener
"iya bener, gue juga sama.. itu Nasi Lemak doang, yang lainya kayak apa nih..? oh.. Telur Rebus, Ayam Goreng, Teri dll. itu beda lagi" jawab mas Feri
"Lah tadi gue nunjuk gambar Nasi Lemak Komplit di Menu udah fix harganya segitu terus pelayan bilang oke.. oke.. aja.." jawab gue sambil nahan panggilan alam
"Dari awal juga udah kepikiran bakal gitu" jawab mas Feri

Udah fix kena Scam lagi ! Malam itu pun gue nyimpang dulu ke Hostel buat ngambil tas juga sedikit stor dulu ke Toilet untuk panggilan alam. Karena mereka berdua masih ingin ngobrol akhirnya gue pulang dari Hostel pukul 10 malem dan gak lupa pamitan dulu sama si Abang pemilik Hostel

"Okay.. This very good Hostel, See You Next Time !" gue ngelantur gak jelas.
"Okay, See you next time !" jawab Abang Hostel yang gak kalah ngelanturnya.

Karena Bus ke KLIA2 ada di KL Sentral maka naik MRT dulu dari Pasar Seni dilanjut naik Bus dari KL Sentral yang berangkat pukul 10 malem. Bingung pilih Bus buat ke KLIA2 akhirnya pilih ngasal aja deh.. sama-sama ke KLIA2 ini, dan pilihan gue malah salah.. Gak ada Wifi nya ! Bus sebelah ke KLIA2 ada wifi nya.. yah salah pilih gue.. karena gak ada wifi jadinya ngelamun di jalan gak bisa internetan dan cuman dengerin musik, saat itu bus kosong, cuman ada beberapa orang dan makin sunyi aja didalem bus, hadeuh.. sampai akhirnya nyampe di KLIA2.

Bergegas deh gue ke tempat Check-In yang ada di Lt.3 KLIA2 kebetulan disana ada berjajar Self Check-In, gue cobain deh di Self Check-In soalnya penasaran karena waktu di Soetta passport gak bisa ter-Scan. gue coba... Scan berhasil.. tapi boarding pass gak mau keluar, nah kan kambuh lagi penyakit Kiosk nya, karena gue udah berhasil Check-In maka gue nyetak Boarding Pass nya tetep di Counter, untung gak lagi rame jadi gak nunggu lama. Tapi sebenernya gue punya estimasi waktu yang lama dan itu sengaja, traveler gembel kayak gue gak boleh mepet-mepetin waktu. Udah semua diurusin gue tidur di tempat biasa, di Lantai atas tempat Imigrasi, disana banyak kursi ngejejer juga ada tempat nge-Charge

www.lunarv2.com -  Ngegembel


Day 4

Bangun tidur baca doa, lanjut Mandi ! ini yang paling gue suka di Bandara, mandi di WC Bandara ! kalo KLIA2 mah enak WC juga di pakein keset, jadi gue merasa didukung lah sama KLIA2 buat mandi disana jadi betah pokoknya mandi di KLIA2. lanjut deh solat subuh, beres itu liat ke bawah karena dibawah adalah imigrasi dan ternyata udah penuh ! buset baru juga jam 5 udah penuh, pedahal tadi ditinggal sebentar masih kosong, gue stay dulu depan layar informasi.
www.lunarv2.com - Information
Sebelum berangkat masuk ke imigrasi bagusnya cek dulu barang bawaan disini, gue juga bawa ransel ditimbang sama petugasnya. Karena gue sadar tas gue berat karena cucian dan berisikan pesenan aneh milik orang jadinya timbang dulu biar gak Over
www.lunarv2.com - Tempat Timbang Barang
Jam 7 gue masuk ke imigrasi tanpa kendala, gate ada di L8 maka gak udah lewat Sky Bridge yang terkenal panjang dan memakan waktu lama sehingga penumpang penunda waktu ter-Eliminasi yang berujung ketinggalan pesawat. Bisa lah 30 Menit kalo misalkan dapet Gate yang harus nyebrang dulu Sky Bridge, soalnya harus nyebrang terus jalan lagi ke Gate, pokoknya jauh kalo waktunya mepet !

Gate KLIA2
Udah jelas kepagian datangnya jadi nonton Youtube dulu sambil nunggu, Internet gratis dan colokan ada yang menjadikan gue gak beli SIM lokal sama-sekali karena menghemat biaya juga faktor lain adalah banyak Wifi gratis. Gate dibuka dan gue masuk tunggu sebentar lanjut naik ke pesawat, karena malemnya gue gak tidur akhirnya pas pesawat Take-Off udah Landing lagi di Soetta.

www.lunarv2.com - Indonesia
"Lah cepet amat sih ? apa gue gak salah naik ya ?" sambil liat keluar dan emang bener di Soetta sih.. itu pesawat Kuala Lumpur - Jakarta terbang 2 Jam, lah gue berarti ketiduran  2 Jam di pesawat mana pas bangun tenggorokan kering lagi, bukan mainnn.. orang ngantuk mah gak bisa diganggu. Keluar dari pesawat gue merasa bersyukur bisa menginjakan kaki di Indonesia lagi dan menyusuri lobby Soetta Ultimate 3 yang busett ! ini 15 menit jalan gak kelar-kelar, hilang Euforia gue !

*jegggg* Cap di Passport gue dan Cendol Elizabet Indonesia I'm Back !