LunarV2 Trip: Review
Showing posts with label Review. Show all posts
Showing posts with label Review. Show all posts

Monday, 16 December 2019

AirAsia Kunci Mahasiswa Gembel Bisa Berbackpacker Ria

AirAsia, sebuah maskapai penunjang mimpi saya! Wow! Tak terduga juga memang seorang solo backpacker kere macam saya bisa melanglang buana ke luar negeri. Apalagi kala itu masih menyandang status Mahasiswa. Yap, konyol memang. Setiap melakukan perjalanan saya tidak pernah membawa hal-hal mainstream seperti orang kebanyakan, contohnya kartu kredit, kartu debit, e-money, wifi pocket atau teman yang php. Wajar, namanya juga mahasiswa, dipotong administrasi tabungan di bank aja itungan. Tahun kemarin adalah tahun terbaik yang pernah ada dalam hal jalan-jalan. Waktu itu 2018 status masih menjadi mahasiswa tingkat 3 dimana di tahap tersebut adalah tahap keritis ekonomi mahasiswa manapun termasuk saya yang juga dilanda inflasi. 

Kala itu saya masih bingung mau liburan kemana akhir semester nanti, dan memang gak terlalu dipikirin juga sih. Tapi iseng-iseng saya ingat pernah ada pegawai AirAsia yang tanya-tanya via chat gara-gara saya pernah share artikel perjalanan ke Singapura, karena penasaran tentang AirAsia saya coba buka situs AirAsia dan coba Sign up jadi member, di awal sih masih biasa aja, tapi pas pilih tanggal dan cek penerbangan. Jrenggg, keluar harga 130rb untuk sekali jalan dari Jakarta ke Kuala Lumpur "Ah nge-bug kali ini situs, masa iya miring banget harganya" ucap saya sambil coba mencari tanggal pulang, lalu tanggal untuk pulangnya jrenggg, ada harga 200rb tapi di utak-atik lagi tanggalnya dan akhirnya jreeeennggg, 170rb jadi total bulak-balik 250rb, lalu disitu juga ada opsi Pilih Kursi (opsional), saat keberangkatan saya pilih opsi duduk dekat jendela supaya bisa merekam langit dan awan, sayang kan perjalanan panjang duduk di tengah nanti gak bisa lihat pemandangan lah. Hari itu seperti mimpi karena saya dapat tiket super murah CGK-KUL cuman 270rb-an dan gak tau bayarnya gimana soalnya gak punya ATM, oh mahasiswa kere! Tapi dilihat terus ternyata ada opsi pembayaran tunai via Alfamart, yang tadinya mau pinjam kartu kredit tetangga akhirnya gak jadi. Sekali lagi AirAsia menyelamatkan mimpi mahasiswa kere. Hari penantian yang dinanti sudah tiba, lama rasanya nunggu hari ini datang. Sudah gak tahan pengen liburan ke Malaysia, sampai datang ke Bandara Soetta pun 3 jam sebelum keberangkatan, semangat memang! Saat mau check-in saya masih bingung cetak tiket via kiosk jadi lewat counter, dan saya dikasih tau juga cara penggunaan mesin self check-in Kiosk AirAsia, menurut saya ramah sih petugasnya, saya banyak nanya juga tetep sabar. 

Setelah lewat imigrasi bandara Soetta, di gate yang lumayan jauh dari pintu imigrasi, sudah banyak pesawat AirAsia yang berjajar namun pesawat yang saya tumpangi masih belum datang, soalnya saya mengambil spare waktu 1 jam lebih cepat dari jadwal keberangkatan, maklum lah takut ketinggalan, sayang tiket murah kan. Pesawat akhirnya datang dan wah, bahagianya bukan main pedahal belum sampai di Malaysia. Semuanya mulai antri dan berjalan ke dalam Garbarata, "Selamat Datang" Pramugari berjajar menyapa saya yang masih gak percaya ini. Dari mulai masuk tatapan saya mengarah ke tempat duduk samping jendela, mudah memang mencarinya karena sebelumnya booking tempat duduk yang strategis. "Oh gini ya rasanya naik AirAsia, harganya murah pelayanan baik" dalam hati saya sambil senyum-senyum lihat pemandangan di luar jendela. Pintu pesawat ditutup dan Pramugari mulai melakukan simulasi keselamatan, pesawat mulai masuk ke landasan pacu dan saya menghitung mundur dalam hati "3... 2... 1..." suara mesin semakin kencang dan wusss pesawat mulai lepas landas, daratan mulai terlihat luas dan gedung bandara mulai mengecil tak lama langit bersih biru terlihat. 

www.lunarv2.com - Langit Biru dan AirAisa
Sekitar 2 jam saya berada di pesawat, nyaman sekali memang. Diluar pesawat langit begitu cerah dan tak lama peringatan sabuk pengaman menyala, pemberitahuan pesawat akan segera mendarat terdengar, Pramugari memberitahu untuk membuka jendela. Di luar jendela pesawat, bandara mulai terlihat dan landasan mulai mendekat, suara roda pesawat menyentuh aspal landasan terdengar dan musik di kabin pesawat mulai diputar, suasana semakin ceria ketika KLIA2 menyapa. Perlahan-lahan penumpang keluar begitu juga saya mengikuti di barisan, dan akhirnya kaki saya yang biasa dipakai melangkah ke kampus sudah sampai di Malaysia, mimpi apa aku maaaa! 

www.lunarv2.com - Nobar Final Piala Dunia di KLIA2
Urusan imigrasi beres dengan lancar dan ternyata di bandara KLIA2 ada nonton bareng Final Piala Dunia, rejeki nomplok lagi, kapan lagi bisa nonton Final Piala Dunia di negeri orang. Esoknya saya cari Bus ke Kuala Lumpur, untungnya jalanan gak macet jadinya bisa lancar menuju Kuala Lumpur. Berhenti di KL Central dan dilanjut ke Batu Caves, memang benar adanya bahwa patung Murgan itu ternyata lebih besar dari yang saya pikirkan. 42.7 M merupakan tinggi patung tersebut. 

www.lunarv2.com - Batu Caves
Selain Batu Caves, wisata yang patut dikunjungi adalah Masjid Putra yang terletak di Putra Jaya Malaysia. Putra Jaya merupakan kawasan pusat administrasi Malaysia yang dibangun khusus untuk menggantikan peran Kuala Lumpur untuk masalah administrasi. Masjid Putra berdampingan dengan danau besar yang berada di Putra Jaya. 

www.lunarv2.com - Masjid Putra
Sore adalah waktu terbaik mengunjungi Masjid Putra ini. Lalu tempat wisata lainnya yang wajib dikunjungi adalah Genting Highland, Kasturi Walk, Petronas, dan Bukit Bintang. Hal terbaik adalah berjalan-jalan dimalam hari menyusuri jalanan yang penuh dengan Wisatawan Asing dan menikmati Live Music jalnannya. 

www.lunarv2.com - Live Music Bukit Bintang
Sayangnya saya hanya 3 Hari 4 Malam saja di Malaysia sehingga masih ada tempat wisata yang belum dikunjungi, namun tidak apa-apa, lain kali saya akan datang lagi ke Malaysia dan menikmati perjalanan lagi. Yang penting sudah tau bahwa untuk jalan-jalan ke Malaysia lebih murah bisa menggunakan maskapai AirAsia. 

Esoknya saya pulang dan menunggu penerbangan di KLIA2, seperti biasa maskapai yang dipakai adalah AirAsia. Pesawat berangkat pukul 10 siang dan seperti biasa saya menunggu di gate keberangkatan sudah dari pagi hari karena takut ketinggalan pesawat, dan kabar baiknya pesawat datang secara on time. 2018 merupakan perjalanan solo backpacker yang paling berkesan dan yang pasti saya Bahagia Bersama AirAsia . Semoga di tahun 2020 nanti bisa mendapatkan pengalaman Bahagia Bersama AirAsia yang lebih lagi.



Friday, 27 September 2019

MRT Jakarta: Alternatif Manasik Aturan Main MRT Sebelum ke Luar Negeri

Segala juga perlu latihan dulu dah ya, sombong juga perlu latihan biar gak bego, masa iya mau sombong malah kena denda kan gak lucu. Kalo belum gablek duit bisa manasik dulu lah di Jakarta. Coba fasilitas Luar Negeri yang baru ada di Jakarta, meski sebenernya udah lumayan lama ada tapi gue baru bisa nge review sekarang. Kudet ya emang? Kagak juga!

Gue orang kampung yang baru sekarang ini nyampe Jakarta buat nyobain MRT, pedahal udah lama MRT resmi berjalan *kamana wae ari sia*. Tapi gapapa lah, sebelum ada di Indonesia juga gue udah pernah nyobain whek... wkwk... Jujur, gue udah lama banget pengen nyobain MRT di Jakarta, bukan gue udik belum pernah naik MRT tapi pengen ngebandingin MRT yang udah lama berjalan di Jakarta ini sama MRT lainnya di negara tetangga. Ekheemmm... bagus gak ya yang ini? apa cuman casing nya doang MRT pedahal KRL? Coba.. coba.. coba..! kita Review!


Untuk saat ini rute yang MRT yang sudah aktif melintasi beberapa Stasiun: Lebak Bulus, Fatmawati, Cipete Raya, Haji Nawi, Blok A, Blok M, Sisingamangaraja, Senayan, Istora, Benhil, Setiabudi, Dukuh Atas, Bundaran H.I. 

Peta Rute MRT - jakartamrt.co.id/peta-jalur-mrt
Untuk bagian Stasiun Sarinah-Kota adalah jalur yang sedang dalam tahap pembangunan, jadi MRT hanya beroperasi dari Lebak Bulus (Depot) - Bundaran H.I.

Stasiun Fatmawati - www.lunarv2.com
Pertama datang gue coba naik dari Stasiun Fatmawati, hal yang pertama terlintas adalah

"Apa bener ini Stasiunnya?"

Ya karena rata-rata MRT itu berada di bawah tanah, meski memang sebagian juga ada yang di jalur layang. Contohnya di Singapura, jika naik dari Bandara Changi maka MRT akan melintasi kota dengan jalur layang dan sisanya ya masuk ke bawah tanah. Perlu sekitar 3 kali naik tangga jika mulai dari Stasiun Fatmawati. Menurut gue stasiunnya itu bersih, tapi sepi. Ada juga toko-toko makanan di dalam stasiun (kalo di Fatmawati). Untuk kartu ternyata berbeda dengan kartu THB atau Multitrip KRL, jadi gak bisa ya tiket KRL dipake buat tap-tapan MRT tapi untuk E-Money masih menerima, seperti mau naik KRL jadi gak usah beli lagi tiket dan langsung tap aja.

Pilihan Kartu Pembayaran - www.lunarv2.com
Alternatif lain pake orang sebelah kanan. Maksud gue "Pake duit lu dulu, ntar gue ganti", ah pikiran kalian tuh yaa...

"Bang, tapi kan gue gak punya E-Money"

Kalo gak punya beli aja kartu Single Trip nya, jadi di tiap stasiun MRT ada mesin untuk membeli kartu. Harga kartunya itu 10.000 belum termasuk saldo. Pas kemarin gue naik dari Fatmawati ke Bundaran H.I. itu kena harga 28.000, jadi 10.000 kartunya dan saldonya 18.000. Usahain bawa uang kertas yang masih keras, jangan yang kucel!  Untuk petunjuk penggunaan mesin kartu MRT menurut gue sih udah jelas banget, jadi jangan takut gak bisa pakenya. Tapi gue lebih recommend pake E-Money aja, soalnya lebih hemat daripada beli kartu Single Trip.

Kartu Single Trip - www.lunarv2.com
Udah beres beli kartu terus tap di pintu masuk berarti tinggal nunggu MRT. Ekspektasi gue sih biasa aja sama peron MRT nya, tapi pas nyampe lantai paling atas. Wah! mantap boss! emang bener ada pagar pembatas kaca sama pintu otomatis, jadi lebih safety gitu lah, dan paling penting tertata rapih. Ini lebih mirip stasiun LRT, soalnya ada di atas gedung gitu kan dan setau gue LRT di Malaysia juga kebanyakan diatas gedung gitu dan gak pernah nemu yang pake pagar kaca sama pintu otomatis model MRT di Indonesia. Ya meski beda type tapi kan keamanan harus sama, yakan? Soal keamanan peron sih best lah dari gue. Waktu tunggu keretanya lumayan lama menurut gue sih, tapi Worth lah gak lama-lama amat sama gak ngaret dari jadwal.

Stasiun Fatmawati - www.lunarv2.com
Kereta datang dan seperti prosedur pada umumnya, penumpang keluar harus didahulukan dan penumpang yang akan masuk jangan melebihi garis tunggu yang ditentukan, lu liat kan garis kuning disamping pintu kaca yang banyak iklannya *cie iklan* ? Nah itu garis tunggu yang gue maksud. Intinya lu berdiri di belakang garis tunggu dan biarin penumpang keluar dulu. Masuk ke MRT, wangi-wangian pengharum ruangan yang gak asing tercium. Gerbongnya udah wangi lah dan bersih menurut gue, gak tau kalo banyak orang desek-desekan kayak asin. Karena masih baru kali ya, jadi di pegangan tangan yang menggantungnya itu gak ada daki-dakian sama kotoran item, ya mudah mudahan gitu terus kebersihannya sama maintenance nya dijaga soalnya yang susah itu perawatan daripada pembelian sih menurut gue.

Rangkaian MRT - www.lunarv2.com
Suasana MRT - www.lunarv2.com
Fasilitas kursinya menggunakan fiber dan sama seperti KRL, disediakan juga tempat duduk kusus. kaca MRT besar dan tidak silau ketika sinar matahari masuk. Dan pemandangan dari jalur layang kebanyakan adalah gedung, bagus lah menurut gue daripada pemandangan kumuh kayak Kereta Bandara. Untuk kecepatan kereta menurut gue sih gak sekencang seperti di tetangga sebelah ya, tapi gak terlalu pelan juga. Kereta akan mulai masuk ketika sudah melewati Stasiun Sisingamangaraja dan akan masuk Stasiun Senayan, jalur yang perlahan menurun dan lama-kelamaan masuk ke bawah tanah. Biasanya kalau terowongan bawah tanah ada lampu panjang di dinding-dinding samping terowongan namun di MRT ini tidak terlihat lampu panjang tersebut, jadi ya udah gelap aja pemandangannya.

Kursi Prioritas - www.lunarv2.com
Stasiun bawah tanahnya sudah mirip lah seperti negara tetangga, contohnya ada dinding kaca, pintu otomatis, kamera keamanan, tempat duduk, ruang kesehatan dan petunjuk arah yang terletak dimana-mana. Tapi entah perasaan gue atau emang aslinya gitu, jarak antara peron sama pintu keluar bawah tanah terkesan dangkal banget. Cuman dua kali naik tangga udah nyampe peron bawah tanah, itu juga tangganya gak panjang-panjang amat. Biasanya yang pernah gue datangi itu tangganya panjang banget sama dalem banget lah ke bawah tanah. Tapi gak masalah sih, udah hasil ngitung paling. Uniknya eskalator dari tiap stasiun itu gak kenceng jalannya kayak di negara tetangga, pokoknya kalo lu naik eskalator bawah tanah di negara tetangga kencengnya minta ampun! 

Pintu Masuk ke MRT - www.lunarv2.com
Peron Stasiun Bawah Tanah - www.lunarv2.com
Lorong Stasiun Bawah Tanah - www.lunarv2.com
Dan disini aturan naik eskalatornya masih sama seperti di negara tetangga, awalnya gue kira gak ada aturan naik eskalator seperti negara tetangga, tetapi disini ada juga malah sebelum naik eskalator ada gambar petunjuk yang dengan jelas memberi tau bahwa sisi kanan untuk yang jalan dan sisi kiri untuk yang diam, jadi lu jangan diem di sisi kanan kalo gak buru-buru, ngalangin orang jalan nantinya! Ribet amat ya? Iya, disiplin itu emang ribet awalnya, makanya biasain. Untuk stasiun juga ada fasilitas lift untuk yang disabilitas. 

Aturan Naik Eskalator - www.lunarv2.com
Gue gak kepikiran tentang peraturan yang gila seperti di Singapura, dikira gue cuman aturan biasa aja lah ya, orang Indonesia gitu. Tapi gue kaget pas nyampe stasiun bawah tanah ada aturan yang sama edannya seperti di Singapura, gue geleng-geleng kepala! Salut gue sama aturan MRT, dendanya gak tanggung-tanggung bos!

Larangan Stasiun - www.lunarv2.com
Larangan Stasiun - www.lunarv2.com
Denda Melanggar di Area Stasiun - www.lunarv2.com
Denda Meroko di Area Stasiun - www.lunarv2.com
Bangkar dah langsung backpacker kayak gue kalo di denda, susah juga ya jadi backpacker? Siapa yang bilang gampang! Ya, itu peraturan terlepas dari cuman Ghost doang atau emang bener, gue juga kagak tau, tapi ada yang mau coba membuktikan gak?

Jadi menurut gue kekurangan yang ada dari MRT Jakarta ini yaitu, keretanya yang kurang cepet lajunya, jalurnya masih kurang panjang dan banyak untuk sekelas jakarta yang luas dan gue belum menemukan banyak toko-toko di dalam stasiun yang biasanya ada kayak alfamerit, indomerit, JeKo  *tunjukan kearifan lokal kalian!* . Buat yang pengen ngerasain gimana sih Malaysia atau Singapura, fix kalo belum punya duit buat bayar gue sebagai TL, mending manasik dulu sana di MRT Jakarta. wkwkwk.... kalo udah punya bisa pake jasa LunarTrip, eheuuu....

Sunday, 20 January 2019

Penginapan Murah di Surabaya ? Livinn Hostel Surabaya  Worth It Untuk Backpacker

Sekalinya gue nginep kalo gak harga murah ya harga promo, wajib banget dah. Seakan-akan berburu promo atau hal murah itu adalah sebuah tantangan bagi gue, sulit tapi menyenangkan. Memang gue suka yang gratis atau murah tapi gak murahan ! pandai-pandai lah liat fasilitas, banyak yang murah tapi murahan namun banyak juga yang mahal tapi murahan juga, kalo mahal tapi murahan mah mending ngegembel gue !

"Bang kalo yang murah tapi keren ada gak ? Yang full facilities gitu.." 

Ada ! gak ada yang gak mungkin, cuman butuh sedikit skil aja bisa semua itu didapet, secara gue juga pas backpackeran di Jawa Timur butuh yang namanya tidur di kasur karena beberapa hari tidur di marmer dingin yang keras dan yang gue dapet adalah pertama kasur empuk, kedua wifi kenceng, ketiga full ac, keempat breakfast, kelima privacy room, dan kelebihan lainya. 

"Caranya gimana bang dapet promo itu ?"

Oke gue bakal share sedikit deh pengalaman gue dapet harga murah itu, jadi waktu di Malang gue iseng-iseng buka website Agoda dan cari hostel terdekat di Surabaya yang deket sama Gubeng biar bisa langsung cabut pas hari keberangkatan ke Jogjakarta karena kereta berangkat dari Gubeng, nah dapatlah gue harga yang luar biasa murah yaitu 100.000/kamar/2 person, coba lu bagi dua sama temen lu jadi berapa ? 50.000/orang cuy ! murah lah kalo liat fasilitas yang ada mah ! Perlu diinget, gue ngomong gini bukan karena gue di endorse sama Agoda atau Livinn Hostel Surabaya tapi karena kewajiban gue menyuguhkan konten gembel, itu kan yang kalian mau ? gratis atau murah.


Iya, Livinn Hostel adalah sebuah akomodasi bertema kapsul tapi sebetulnya berbentuk kotak yang perkamar terdiri dari beberapa kapsul namun dengan privacy yang tinggi, pokoknya kalo backpackeran di Surabaya bisa lah ini recommend dari gue. Di dalem kamar terdapat 1 buah stop kontak, kalau mau makin gembel bisa bawa terminal kayak gue yang selalu bawa terminal cabang 3 kalo kemana-mana. Lalu type pencahayaan refleksi yang tidak silau dan elegan jika dilihat, terdapat lubang AC di bagian langit-langit kapsul namun tidak bisa diatur kedinginanya, terdapat 2 bantal dan selimut tebal, buat yang suka nulis atau bawa laptop ada juga meja yang bisa ditarik dari samping, dan kenapa gue sebut lebih privacy ? karena setiap gue sewa hostel suka tidak ada penutup atau gorden dan disini terdapat penutup kapsul yang bisa ditarik kebawah, backpacker mah udah cukup lah fasilitas model gitu !
www.lunarv2.com - Fasilitas
www.lunarv2.com - Kamar Gue
www.lunarv2.com - Penutup Kapsul
Sebenernya kamarnya luas tapi gue tidur sedikit majuan karena memang Hostel ini gak ada tempat nyimpen tas, banyak penghuni lain menyimpanya diluar, karena gue kamarnya di atas jadi tanya dibawa masuk aja.

www.lunarv2.com - Kamar Tetangga
www.lunarv2.com - Kamar Lain
www.lunarv2.com - Kamar Lain
Setiap pagi selalu ada breakfast dengan roti yang bisa dipanggang dahulu karena ada pemanggang roti di meja dengan pilihan selai Green Tea, Margarin juga Meises, tinggal pilih lah.. atau mau semua juga bisa ! Untuk minum ada air panas, dingin, kopi juga teh dengan gula terpisah dan tinggal menakar sendiri, tapi tenang semuanya gretong kecuali minuman yang ada di freezer itu mah harus bayar.. gue ngasih tau aja.

www.lunarv2.com - Segelas Teh Malam
Di lobby terdapat resepsionis yang stay sampai larut malam jadi jika ada apa-apa atau mau check-in pas larut malam mereka selalu standby. Ada tv juga di lobby dengan lobby yang luas dan banyak kursi untuk nongkrong, mulai dari depan tempat parkir, lobby, ruang santai. Jadi di Livinn Hostel Surabaya ada ruang santai terbuka di dalam hostelnya.

www.lunarv2.com - Lobby
www.lunarv2.com - Ruang Santai dan Smoking Area
Untuk kamar mandinya bersifat sharing kecuali yang sewa family room, tapi kamar mandinya bersih dan tempat untuk bab, mandi dan gosok gigi terpisah jadi gak jorok, airnya pun bersih dan segar lah.

www.lunarv2.com - Kamar Mandi
Jadi tips dari gue jika saat berpergian dan ingin penginapan murah pilihanya adalah Hostel karena harganya yang murah disebabkan bersifat sharing room, tapi tenang aja biasanya suka ada kumpul-kumpul pelancong jadi nambah teman kan ? udah harga murah fasilitas mewah nambah teman pula, mantap ! Dan hostel ini yang gue rekomendasi meski masih banyak juga hostel yang murah sekitar Gubeng tetapi gue baru coba yang ini dan belum coba yang lain jadi gue rekomen yang ini, masa iya gue rekomen yang belum pernah gue tempatin, gak etis dong. Jaraknya ke gubeng gak terlalu jauh sekitar 300 meteran. 

Yap, itu saran Hostel di Surabaya di daerah Gubeng, jika ada pertanyaan curat coret aja komentar dibawah atau follow ig gue @lunarv2 biar lebih update brew !

Sunday, 9 December 2018

Pengalaman Naik KA Taksaka Dengan Rangkaian Eksekutif Stainless-Steelnya

Apa yang dibayangkan sama kalian semua kalau dengar Stainless-Steel ? Super Man yang jadi Man of Steel ? Plafon rumah ? Perabotan dapur emak ? atau Gelas minum andalan babeh lu ? kalo gue pertama denger Stainless Steel itu yang kebayang adalah logam yang unsur utamanya terdiri dari paduan Chromium(Cr) dan Nikel(Ni), gimana ? pemikiran gue keren kan ? Nah itu juga yang gue bayang pertama mendengar rangkaian KA dengan Stainless Steel dikira perpaduan Chromium, Nikel dicampur Kereta, *udah ah basi...*

Oke, minggu lalu gue berkesempatan naik kereta Taksaka dengan rangkaian barunya yang terbuat dari Stainless Steal ! Terlihat dari bodynya kereta ini seperti kereta premium, dengan keberangkatan dari Gambir ke Cirebon secara Gratis ! jujur, sebelumnya gue belum pernah naik KA Eksekutif dan itu baru pertama kalinya buat gue sebagai backpacker kere, kebanggaan anjay ! Karena pertama masuk St. Gambir jadi ya biasa lah sedikit tercengang liat Stasiunya yang kayak Soetta Terminal 2, Tiket udah ditangan dengan tulisan Voucher Unregistered 100% pada bagian tiketnya yang gue yakini ini merupakan tiket sakti dan langsung aja deh capcus ke peron.

Fasilitas

www.lunarv2.com - Informasi Gerbong
Pagi itu KA Taksaka datang dengan gerbongnya yang mengkilap karena masih baru dan mungkin juga baru dicuci. Masuk dengan kaki kanan dan... hawa dingin terasa dari bagian dalem kereta, AC nya dingin banget dan harum lagi ! Gue pun nyari kursi sesuai yang tertera di tiket, biasanya gue liat papan informasi kursi dari plat besi yang terpampang disamping pintu tapi disini menggunakan layar digital ! Aseeekkk... dan tentunya masih dengan aturanya yang No Smoking Area. Kereta berangkat pukul 08.30 dari Gambir.

www.lunarv2.com - Corak Kursi
Yang lebih menariknya dari kereta ini adalah kursinya dengan warna biru muda dipadu dengan warna putih, jadi pengen ngigit serasa permen Mintz yang rasa peppermint itu dan gak perlu duduk tegak kayak bela negara soalnya kursinya empuk dan bisa diatur kemiringanya, lalu udah tersedia bantal ditiap kursinya, asik mang ! biasanya gue nyewa bantal di KA Ekonomi kalo pengen nyaman tapi disini udah disediain di kursi.
Seperti KA Eksekutif lainya disini tersedia lampu baca, penyangga kaki, tv, AC sentral, stopkontak dibawah jendela, penutup jendela jika silau, ada juga meja untuk makan yang tersedia disamping kursi dengan membuka pegangan kursi dan menariknya keluar selain dari dudukan makan meja tersebut juga bisa dipakai untuk dudukan laptop, jack untuk mendengarkan musik dan akan tersedianya bioskop dalam kereta dalam waktu dekat, ya kalo soal bioskop gue belum coba, karena itu rencana yang dikabarkan KAI di acara Rail Blogger Contest kemarin. Dan di rangkaian ini juga adanya Single Seat, kalo kata temen-temen Blogger sih sering disebut kursi jomblo.

www.lunarv2.com - Toilet
Selain itu semua ada hal yang membuat gue ingin mereview toiletnya, entah kenapa baru masuk KA langsung mules dan sebuah kejutan karena toiletnya ada 2 di tiap sambungan KA nya ! biasanya kan kalo Ekonomi tuh cuman 1 toilet di rangkaian KA nya tapi di KA Taksaka ini ada 2 toilet yang bersebelahan, pintunya pun dilipat seperti toilet di rangkaian Kereta Bandara (Railink). Ada yang berbeda saat gue masuk ke toilet nya karena didalam toilet terdapat WC duduk yang biasanya menggunakan WC jongkok jika di Kereta lain, adanya tisu dan selang semprot untuk bilas-membilas  dan tentunya ada pewangi ruangan. Tersedianya wastafel yang lebih besar dari biasanya sehingga menambah nyaman saat mencuci tangan, untuk kebersiahan WC jelas bersih lah.. soalnya udah ada petugas Cleaning Service yang stay didepan WC, sebenernya kaget juga gue sih pas keluar WC.

www.lunarv2.com - Restoran KA Taksaka
Sebab gue orangnya kepo, jadi pengen tau gerbong restoranya dari KA tersebut. Untuk restoran menu yang ditawarkan hampir sama dengan kereta kelas lainya, mungkin dari pelayanan pesan makanan lebih membedakan kali ya, saya kurang tau soal itu karena saya langsung memesan di bagian restoranya.  

Kenyamanan

www.lunarv2.com - Tempat Duduk Dengan Kenyamanan Maksimal

Ya kalo sekelas Eksekutif gue sendiri kurang tau ya tingkat kenyamanan dari keretanya gimana soalnya ini pertama kalinya gue naik Eksekutif, tapi kalo dibandingkan dengan jenis Ekonomi udah pasti beda lah, dari AC nya juga disini lebih teratur sirkulasi udara nya karena jenis pendingin yang beda lalu untuk guncangan dari kereta lumayan kecil hal itu dibuktikan saat gue melakukan perekaman dengan kamera disimpan di dudukan gelas yang hasilnya sedikit sekali guncangan. Dan kebisingan dari luar pun begitu teredam, kabinnya lumayan sunyi pedahal suara dari tv begitu kecil tetapi suara dari luar tidak begitu terdengar.

www.lunarv2.com - Pemandangan Jalur Utara
Disaat orang lain tertidur dalam perjalananya gue mungkin orang yang gak tidur dalam perjalanan itu dan paling antusias menikmati nyamanya kereta *namanya juga bocah missqueen*. Selama perjalanan yang panjang gue begitu menikmati pemandangan dari jalur utara ini, track yang lurus tidak membuat kepala menjadi pusing mungkin karena gue udah melewati ujian yang bertubi-tubi kali yak ? 

Kekurangan

www.lunarv2.com - Jendela
Kalo masalah kekurangan dari gue sendiri sih cuma satu buat KA Taksaka ini, KA Taksaka dibuat terlalu nyaman sehingga gak kerasa saat diperjalanan dan tau-tau udah nyampe tujuan * ̶n̶̶̶g̶̶̶o̶̶̶m̶̶̶o̶̶̶n̶̶̶g̶̶̶ ̶̶̶a̶̶̶j̶̶̶a̶̶̶ ̶̶̶p̶̶̶e̶̶̶n̶̶̶g̶̶̶e̶̶̶n̶̶̶ ̶̶̶l̶̶̶a̶̶̶g̶̶̶i̶̶̶*. Udah gitu aja dari gue tentang KA Taksaka ini, buat yang masih bingung corat-coret aja deh komen dibawah atau lebih jelasnya kunjungi aja IG gue ada sedikit cuplikan tentang KA Taksaka.



Saturday, 25 August 2018

Raizzy's Guest House dan Dormitory Roomnya Yang Budget Friendly

Tak ada gading yang tak retak, tak ada dompet yang tak bolong. begitu juga dompet gue ! banyak faktor yang menyebabkan traveling boros terus jebol dompet sampe ke akar-akarnya, bisa jadi karena foya-foya, makan yang hedon, akomodasi dengan Luxury Room, atau Private Transport. Nah gue mah gak ngelarang buat foya-foya kayak gitu tapi kalo yang tiap harinya makan mie instan mah mending jangan. 

Gue nemu akomodasi yang bisa dibilang nyaman, secure, dan friendly. dimanakah itu ? jawabanya dijudul, gimana sih gak baca judul kali ya ? Nama akomodasinya itu adalah Raizzy's Guesthouse dan kesan pertama pas gue liat profilenya di Tripadvisor ratingnya 4 dari 5 bintang dengan Review sekitar 517 ! berarti udah banyak yang nginep disitu kan ? belum ditambah dari Traveloka yang memang memberi rating yang tinggi ! yaitu 8,7 dari 10 dengan review 417 tamu ! Kalo soal kepercayaan berarti udah fix bagus, tapi biasanya berimbas pada harga akomodasi, gue cari yang paling mahal murah dan dapat dengan harga dibawah 100.000 per malam ! dengan kamar Dorm 12 Mix (campur 12 orang), awalnya gue rada ragu buat Acc yang 12 Mix tapi karena gue backpacker jadi nyari yang paling murah, hedon kan gue ?

Peta Raizzy's Guesthouse
Waktu nyari tempat penginapanya ternyata gampang banget soalnya deket sama Pasar Seni Station dan memang deket banget sama Sri Mahamariamman Temple lebih tepatnya di jalan Tun H S Lee, City Centre, 50000 Kuala Lumpur. Jadi gak terlalu repot buat nyari tempat penginapanya.

Karena biasanya review di Booking Online dan kenyataan sedikit berbeda maka gue siap-siap dengan kenyataan di lapangan, kesan pertama masuk gue dibukain pintu Hostelnya dan oke lah dan setelah masuk terasa deh hawa dingin dari AC yang emang dingin banget ! mungkin berhubung diluar panas kali ya ? Btw Malaysia itu Negara yang lumayan panas menurut gue, jarang-jarang gue Traveling keringetan ngucur mulu dan pas masuk Hostel udah dingin. Lanjut Check-in dan gak ada masalah yang penting siapkan Passport  aja. Karena gue pilih yang Dorm Mix jadi gak ada Deposit kamar kecuali pilih selain itu maka ada deposit kamar yang nantinya uang itu bisa dibawa pas pulang.

Masuk ruangan kamar Mix Dorm langsung ekspektasi negatif tentang kamar campur 12 orang terbantahkan, hilang. Gue nginep 2 malam tenang dan gak ada masalah, fasilitas di ruangan lumayan bagus karena ada colokan listrik tiap samping kasurnya, ada AC, Kipas Angin yang besar, Ranjang Tingkat dan Ruangan yang terbilang luas jadi kalau mau beresin barang-barang bisa leluasa di kamar. Tapi ada yang membuat gue agak gak nyaman yaitu tersedia loker tetapi kecil banget dan tersedia di bawah kasur, kebanyakan orang-orang nyimpen barang di dekat kasur mereka.

 www.lunarv2.com - Dorm Mix 12 Raizzy's Guesthouse
Fasilitas lainya dari Raizzy's Guesthouse adalah WC yang bersih dan banyak, terdapat 3 Shower Room, Wastafel dan 1 WC didekat Dormitory Room dan ada 2 WC dan 1 Shower Room di lantai bawah, karena hostel ini terdiri dari 2 lantai dan semuanya bersih. Fasilitas lainya adalah tersedia banyak kamar yang bervariasi, adanya Wifi yang lumayan kenceng, tapi kalau misalkan kamar lu jauh dari tempat Resepsionis atau Lobby maka gak bakal nyampe sinyal Wifi nya, tapi kalau lu nyewa Dormitory 12 Mix pasti sinyalnya bisa sampe kamar dan gak usah internetan di Lobby. Ada juga TV, breakfast gratis dengan roti yang bisa dipanggang karena tersedia panggangan, kopi dan teh gratis, tersedia kompor buat masak dan dispenser jadi yang suka bawa mie instan didukung banget disini, menjual juga mie instan.

www.lunarv2.com - Lobby dan Resepsionis

www.lunarv2.com - Tempat Santai Dekat Dorm dan Kamar
www.lunarv2.com - Kamar Shower Room
www.lunarv2.com - Kamar Berjejer
www.lunarv2.com - View Dari Tempat Nongkrong Dekat WC
www.lunarv2.com - Kamar di Lt.1
www.lunarv2.com - Kamar Lt2. Bagian Utara
Untuk masalah keamanan Hostel dilengkapi dengan Password Door jadi sebelum masuk harus memasukan dulu Password Door dan didapat ketika Check-in, kecuali mau Check-in maka tinggal pencet saja bel. Untuk letak Hostel sangat strategis karena terletak diantara Attraction dan Stasiun MRT, jika ingin ke Pasar Seni, Petaling Street atau Kasturi Walk terbilang deket juga buat yang suka gratisan juga deket sama yang namanya Go-KL Bus gratis buat keliling kota seperti Sevel yang terletak di persimpangan

Selama gue menginap 2 malam disana, gak ada rasa takut atau gak nyaman sebab selain banyak orang Indonesia disana banyak juga turis asing yang friendly dan resepsionis nya yang ramah sampe gue becandain. Jadi ya bisa dibilang kayak di rumah sendiri deh, dan rating review di Advisor gak semuanya meleset ! Fix Keren ! Waktu Check-in disini jam 2 siang tetapi jika pengen nitip tas bisa bebas, tapi sepertinya kalo kepepet bisa Early Check-in tapi yang pasti bisa nitip tas sambil nunggu waktu Check-in. Intinya ini Hostel yang ramah, nyaman, banyak gratisnya dan pas untuk Budget Traveler atau Backpacker. Kalau bingung dan ada pertanyaan bisa ketik sendiri di kolom komentar.